Connect with us

Regional

Usai Buat Konten YouTube, Perempuan Muda di Pangandaran Dijambret

Published

on

INFOKA.ID – Seorang perempuan muda di Pangandaran menjadi korban penjambretan di jalan yang sepi saat arah pulang kerumahnya seusai membuat kontent YouTube.

Dilansir dari TribunJabar.id, peristiwa terjadi di Jalan raya Pangleseran tepatnya di blok Kadu Dua, Dusun Sidahurip, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (23/6/2021) sekitar pukul 19:00 WIB.

Korban tersungkur ke aspal, seusai tas yang diselendangnya dirampas oleh dua pelaku jambret.

Kepala Dusun Dukuh Satu, Desa Parakanmanggu, Aceng mengatakan, korban bernama Putri Syilviana (22) yang merupakan warga Dusun Cijoho RT 1/5, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi.

Awalnya, Putri pergi ke daerah Jamanis untuk membuat konten YouTube di rumah temannya.

Setelahnya selesai, putri berniat untuk pulang ke rumah. Namun saat di perjalanan, ada dua orang lelaki yang membuntuti menggunakan sepeda motor jenis Yamaha NMX.

Dan itu terjadi, lanjut Aceng, saat dijalan antara jamanis – Pamagangan. Setelah di wilayah Pamagangan yang tepatnya di blok Kadu Dua, daerah itu mulai gelap dan sepi.

“Tiba-tiba sepeda motor yang membuntuti Putri, menyalip dan memberhentikan kendaraan dan satu dari dua orang itu merebut tas yang diselendang Putri,” kata Ia.

“Ya akibatnya, Putri tersungkur bersama sepeda motornya, sedangkan pelaku langsung kabur,” lanjutnya.

Saat kejadian, tambah Ia, Putri berupaya mencari pertolongan namun karena keadaan sepi tidak sempat langsung bisa ditolong.

“Hanya, selang beberapa menit ada seorang ibu yang datang dan menolongnya. Tapi, pelaku yang menjambret sudah kabur,” ucapnya.

Sekarang, Putri sedang menjalani perawatan medis di satu klinik karena mengalami lecet dan memar-memar di bagian mata akibat tersungkur.

“Kalau kerugian yang dialami korban, katanya uang Rp 400 ribu dan surat – surat penting di tas yang dijambret,” kata Ia.

Aceng mengungkapkan, pihaknya belum membuat laporan resmi pada pihak Kepolisian. Hanya, baru koordinasi dengan Babinkantibmas dan Babinsa setempat. (*)