Connect with us

Regional

Tenaga Kesehatan hingga Guru di Cianjur Positif Terinfeksi Corona, Sebanyak 113 Orang

Published

on

INFOKA.ID – Kabar mengejutkan dilaporkan Dinas Kesehatan (Dinkses) Cianjur, Jawa Barat. Sebanyak 113 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Cianjur positif Covid-19.

Ratusan PNS yang terpapar Covid-19 tersebut didominasi oleh guru dan tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Hal tersebut langsung dikonfirmasi oleh Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur, Yusman Faisal.

“Tercatat 113 PNS di Cianjur, terkonfirmasi positif Covid-19. 54 orang di antaranya tenaga medis, sedangkan sisanya guru dan PNS di lingkungan organisasi perangkat daerah,” kata Yusman sebagaimana dikutip dari Pikiran-Rakyat.com.

Menurut Yusman Faisal, tenaga medis yang terpapar Covid-19 itu mulai dari dokter hingga bidan di tingkat desa.

Dia menjelaskan, tenaga medis terpapar karena kontak erat dengan pasien positif yang datang untuk memeriksakan kesehatannya, sehingga mereka rentan tertular virus berbahaya.

Sebagian besar terpapar setelah menangani pasien positif yang datang ke puskesmas atau ke pusat layanan kesehatan.

Namun sebagian besar tenaga kesehatan yang terpapar sudah sembuh setelah hasil tes usap kedua dan ketiga keluar dengan hasil negatif.

“Sebagian besar menjalani isolasi mandiri di bawah pengawasan gugus tugas dan tenaga kesehatan terdekat,” katanya.

PNS lainnya yang positif Covid-19 didominasi tenaga guru, yang hingga saat ini masih dilakukan penelusuran dari mana mereka terpapar. Pasalnya proses belajar mengajar di Cianjur masih dilakukan dengan cara daring atau online.

Sehingga, rencana untuk membuka kembali pembelajaran secara tatap muka di wilayah tersebut masih dalam pertimbangan untuk dilakukan di awal tahun karena dapat menjadi klaster baru.

“Masih dipertimbangkan, kemungkinan awal tahun belum dapat digelar,” katanya.

Sementara untuk memutus rantai penyebaran virus berbahaya, Pemkab Cianjur memberlakukan sistem kerja di rumah (WFH) untuk semua kantor dinas dan OPD yang ada.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko PNS di lingkungan pemerintah terpapar Covid-19.

“WFH yang semula hanya dilakukan di beberapa kantor dinas, mulai pekan ini, seluruh kantor dinas dan OPD yang ada di lingkungan Pemkab Cianjur, menerapkan WFH sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 (corona). Penerapan tersebut dalam batas waktu yang belum bisa ditentukan,” kata Yusman menandaskan. (*)

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement