Connect with us

Regional

Dugaan Korupsi di Sumsel Terkuak: Bupati Muara Enim dan 9 Orang Lainnya Diamankan KPK

Published

on

​MUARA ENIM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang wilayah Sumatera Selatan dengan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang berujung pada penindakan tertutup di Jakarta dan Kabupaten Muara Enim. Dalam operasi tersebut, tim antirasuah berhasil mengamankan 10 orang yang diduga kuat terlibat dalam perkara korupsi yang tengah diselidiki.

Dari total 10 orang yang diamankan, lima di antaranya merupakan pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, termasuk Bupati Muara Enim sendiri. Lima orang lainnya merupakan pihak swasta yang diduga memiliki keterkaitan erat dengan dugaan praktik korupsi yang sedang didalami oleh KPK.

​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, telah memberikan konfirmasi resmi mengenai operasi penindakan ini. Menurut keterangannya, seluruh pihak yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik KPK untuk menggali lebih dalam informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi.

“Dalam kegiatan penindakan ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan. Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya bupati, dan lima orang lainnya dari pihak swasta,” tegas Budi Prasetyo, Senin (8/6/2026).

Meskipun demikian, KPK masih belum membuka secara detail identitas dari para pihak yang diamankan maupun konstruksi perkara yang melatarbelakangi operasi ini. Proses pemeriksaan sedang berlangsung ketat, dan tim penyidik masih bekerja keras mengumpulkan serta mendalami sejumlah alat bukti yang relevan.

​“Tim masih di lapangan, kami akan menyampaikan perkembangan selanjutnya,” imbuh Budi.

Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan sebelum mengumumkan secara resmi hasil operasi ini kepada publik.

Operasi penindakan ini langsung menyedot perhatian besar masyarakat Sumatera Selatan, terutama karena salah satu pihak yang diamankan adalah kepala daerah yang masih aktif menjabat. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim terkait dugaan diamankannya sejumlah pejabat dalam operasi KPK tersebut. (Red/Sj)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement