Regional
Sumsel Berduka: Alex Noerdin Sang Pelopor Sekolah dan Berobat Gratis, Meninggal Dunia
Published
8 bulan agoon
By
Redaksi
PALEMBANG – Kabar duka menyelimuti Bumi Sriwijaya. Mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode (2008–2018), H. Alex Noerdin, dikabarkan meninggal dunia pada usia 76 tahun di Jakarta, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Sosok yang dikenal luas sebagai “Sang Pelopor Berobat dan Sekolah Gratis” ini mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan intensif di RS Siloam Semanggi, Jakarta. Sebelumnya, Alex Noerdin sempat mendapatkan perawatan di RS Siloam Sriwijaya Palembang, namun kemudian dirujuk ke Jakarta seiring kondisi kesehatannya yang terus menurun.
Konfirmasi Pihak Keluarga
Juru bicara keluarga besar H. Alex Noerdin, Okta Alfarisi, membenarkan kabar kepulangan tokoh senior Partai Golkar tersebut.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Benar, Bapak Alex Noerdin telah meninggal dunia di RS Siloam Semanggi Jakarta pukul 13.30 WIB,” ujar Okta singkat.
Okta juga memohon doa dari seluruh masyarakat Sumatera Selatan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Saat ini, pihak keluarga sedang mengurus proses pemulangan jenazah dari Jakarta ke Palembang.
Rencana Persemayaman
Jenazah rencananya akan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Merdeka, Palembang. Terkait jadwal pemakaman, Okta menyebutkan bahwa pihak keluarga masih melakukan musyawarah lebih lanjut.
“Jenazah saat ini dalam proses dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Merdeka,” tambahnya.
Warisan Kebijakan untuk Rakyat
Selama masa jabatannya sebagai Gubernur Sumsel (2008–2018), Alex Noerdin mengukir sejarah dengan mencetuskan program sekolah gratis dan berobat gratis. Kebijakan revolusioner ini tidak hanya meringankan beban warga kurang mampu di Sumsel, tetapi juga menjadi rujukan nasional bagi pelayanan dasar masyarakat.
Meski perjalanan hidupnya diwarnai dinamika politik dan hukum di masa purnatugas, kontribusi Alex8 Noerdin dalam pembangunan infrastruktur serta sektor pendidikan dan kesehatan di Sumatera Selatan tetap melekat kuat dalam ingatan masyarakat.
Kepergian sang “Visiunery” ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta jutaan warga Sumatera Selatan yang pernah merasakan manfaat dari kebijakan-kebijakan yang digagasnya. (Syaiful Jabrig)

You may like

PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!

Kekerasan Terhadap Pers Kembali Terjadi, AJI Palembang Tuntut Pengusutan Tuntas Kasus Penganiayaan Jurnalis

Ketum IKA-MUBA Apriyadi Mahmud Rancang Program Permodalan UMKM Bareng OJK

Gubernur Sumsel Kukuhkan Pengurus IKA Muba 2026–2030, Apriyadi: IKA Muba Adalah Umah Kita Bersama

H-Beberapa Hari Jelang Pelantikan, Panitia IKA Muba Pastikan Seluruh Agenda Siap Dieksekusi

Tim Gabungan Ormas Dan LSM Muba Temukan Angkutan Minyak Illegal/Bleaching Keluar Wilayah Musi Banyuasin
Pos-pos Terbaru
- Cemburu Buta, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar hingga Tewas di Kontrakan
- Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa
- Lewat Pasporia, Imigrasi Karawang Buka Layanan Paspor di Akhir Pekan
- Kapolresta Karawang Tegaskan Larangan Vape: Polres, Polsek, hingga Pospol Harus Steril
- Fondasi Indonesia Emas 2045, Cellica Nurrachadiana Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga dari Tingkat Desa






