Connect with us

Regional

Seminar AMKI Tekankan Literasi Digital dan Keamanan Transaksi Keuangan

Published

on

JAKARTA – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat menggelar seminar nasional bertajuk ‘Kolaborasi Media Bersama Stakeholder dalam Pemberantasan Penipuan Transaksi Keuangan’ di Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan tersebut menyoroti urgensi literasi digital dan keamanan transaksi keuangan di tengah meningkatnya kasus penipuan daring.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rudy Agus Purnomo Raharjo, Ketua Tim Layanan Aduan Transaksi Elektronik Direktorat Pengawasan Sertifikasi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nanik Ramini, serta Ketua Research dan Kaprodi Akuntansi University of Jakarta International (Uniji), Liana Rahardja. Diskusi dipandu oleh Livi Dewi.

Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Ir. Harjo Susmoro, Kolonel Arfah Ashari, mewakili Kapuskomplead, Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie, Remigio Coa dari Kedutaan Besar Timor Leste, perwakilan Komdigi, Mahkamah Konstitusi dan Kemenko Polhukam, serta praktisi hukum Prof. OC Kaligis dan Prof. Suhandi Cahaya. Perwakilan ATVSI, akademisi, mitra industri, dan lembaga media nasional juga hadir.

Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala menegaskan, bahwa pentingnya peran media dalam ekosistem edukasi publik terkait keamanan transaksi digital.

“Percepatan digitalisasi membawa kemudahan sekaligus risiko bagi masyarakat. Isu keamanan transaksi digital bukan hanya urusan lembaga tertentu, tetapi tanggungjawab bersama. Media berperan strategis sebagai penghubung antara regulator, penyedia layanan, pelaku industri dan masyarakat,” ujar Tundra.

Dalam seminar itu dibahas berbagai isu aktual, antara lain perlindungan konsumen di era digital, mekanisme pelaporan rekening bermasalah melalui Cekrekening.id, serta berbagai modus penipuan seperti jubel online, investasi ilegal, scamming, hingga penyebaran file APK berbahaya via pesan aplikasi.

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan transaksi digital, dimana mobile banking tumbuh lebih dari 30 persen dan transaksi dompet digital meningkat hampir 40 persen secara tahunan. Namun, OJK melaporkan kenaikan kasus penipuan digital dengan nilai kerugian mencapai triliunan rupiah pertahun. Generasi muda disebut sebagai kelompok paling rentan.

Ketua Panitia, Budi Nugraha bersama Sekretaris Panitia, Simon Leo Siahaan menyampaikan, apresiasi atas dukungan mitra, termasuk KrediOne, Uniji, Kianoland Group, Kiano Lux Parfume, Hatta & Partners Law Firm, PT Paragon Technology and Innovation, serta sejumlah media nasional.

Seminar turut dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Mahasiswa Uniji dan perwakilan Magister Hukum Universitas Dirgantara Suryadarma (Unsurya), yang menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap isu literasi digital dan keamanan transaksi keuangan. (rls)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement