Connect with us

Regional

Ridwan Kamil Sebut Kondisi Rumah Sakit di Jabar Tidak Baik-baik Saja

Published

on

INFOKA.ID – Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan angka keterisian rumah sakit perawatan pasien Covid-19 di Jabar terus mengalami penurunan, dari awalnya di atas 90 persen pada dua pekan lalu, menjadi 85,18 persen pada Rabu (14/7/2021).

Walaupun BOR turun signifikan, Ridwan Kamil mengatakan pemerintah masih harus bekerja keras untuk menurunkan BOR lebih jauh.

Apalagi kondisi rumah sakit di Jawa Barat saat ini sedang tidak baik-baik saja. Angka keterisian rumah sakit sudah berada di atas batas yang diterapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah.

“Kondisi rumah sakit di Jawa Barat hari ini sedang tidak baik-baik saja. Standar pengendalian menurut ilmu dalam konteks WHO adalah 60 persen. Pemerintah pusat menaikkan standar kedaruratan 70 persen. Kita sudah 90 persen. Karena itu, ini dalam kondisi yang harus dintervensi,” kata Ridwan Kamil seperti dikutip TribunJabar.id, Selasa (13/7/2021).

Belum lagi, jumlah warga yang menjalani isolasi mandiri cukup banyak. Dari 95.559 kasus aktif di Jawa Barat pada Rabu (14/7), hanya 16.299 orang yang dirawat di rumah sakit. Sisanya atau lebih dari 80 persen isolasi mandiri.

Di 333 rumah sakit di Jabar yang menangani pasien Covid-19, ada 19.135 tempat tidur perawatan pasien Covid-19. Kapasitas ini terus bertambah seiring dengan instruksi Ridwan Kamil kepada semua rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas perawatan pasien Covid-19 sampai 60 persen kapasitas keseluruhan.

“Karena itu kita kirimkan doa kepada 70 ribuan pasien yang sedang merawat diri di rumah-rumah, kita haturkan doa menembus langit untuk menguatkan hati dan mental. Kepada perawat, tenaga kesehatan, dan pahlawan-pahlawan, yang hari ini jam ini menit sedang bergerak untuk menyelamatkan nyawa manusia,” kata Ridwan Kamil.

Meskipun begitu, Pemda Provinsi Jawa Barat juga melakukan beberapa upaya untuk membantu pasien yang menjalani isolasi mandiri. Misalnya menyediakan layanan telekonsultasi dan obat gratis yang diberikan kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri.

Selain itu, pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melakukan beberapa upaya untuk menjaga ketersediaan oksigen. Misalnya dengan bekerja sama bersama beberapa pihak untuk penyediaan tabung oksigen.

“Kami juga sudah memulai mengendalikan kelangkaan oksigen akan dibagikan ke rumah sakit-rumah sakit puskesmas kita dapatkan dari Pulau Sumatera sampai Kalimantan dari Pulau Sulawesi sampai Singapura kita upayakan demi keselamatan jiwa rakyat yang kita cintai,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga terus menggencarkan vaksinasi kepada masyarakat. Memang vaksinasi tidak membuat masyarakat kebal dari Covid-19, namun vaksin bisa melindungi dari gejala-gejala berat.

Apalagi, menurut Ridwan Kamil pasien sebagian besar pasien Covid-19 yang meninggal di Jabar terdata belum mendapatkan vaksin. Oleh karena itu Ridwan Kamil mengajak kepada pemuka agama untuk mengajak jamaahnya untuk berlomba-lomba divaksin.

“Vaksinasi akan terus kita lakukan, karena penting. Kenapa sudah divaksin masih bisa terkena Covid-19? karena vaksin ini pada dasarnya tidak bisa melindungi 100 persen, tapi memaksimalkan perlindungan. Ibarat pakai payung masih kecipratan air hujan, tapi tidak basah kuyup. Dengan vaksin mungkin kita masih bisa kena Covid-19, tapi cepat sembuhnya dibandingkan yang tidak divaksin,” katanya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement