Connect with us

Regional

Ribuan Hektar Sawah di Indramayu Terendam Banjir, Petani Hanya Bisa Pasrah

Published

on

Foto: Istimewa.

INFOKA.ID – Dampak bencana banjir yang menerjang Kabupaten Indramayu juga sangat dirasakan oleh kalangan petani. Tidak sedikit lahan pesawahan mereka rusak terendam banjir. Beberapa di antaranya beruntung masih bisa hidup walau sampai saat ini masih terendam.

Seperti yang terlihat di lahan pesawahan di Desa Pangauban, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Nyaris semua lahan pesawahan di sana rusak pasca-banjir besar yang melanda satu pekan terakhir.

Salah seorang petani, Rasmin (60) mengatakan, padahal usia tanam para petani sudah memasuki usia 2 bulan.

“Sudah sejak Desember tanam itu, ya perkiraan April sudah panen seharusnya,” ujar dia dikutip dari TribunJabar.id, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Bupati Karawang Kunjungi Galeri Produk PKBM

Rasmin tidak bisa memperkirakan berapa luasan sawah yang mengalami kerusakan di desanya tersebut.

Hanya saja, khusus sawah yang berada di bantaran sungai semuanya mati atau puso.

Dalam hal ini, ia juga masih bersyukur karena lahan pesawahan sekitar 1 hektare miliknya yang berada di seberang sungai masih selamat.

Adapun bagi petani yang tanamannya mati pun hanya bisa pasrah, mereka disampaikan Rasmin, belum memiliki rencana apakah akan menanam ulang atau membiarkan dahulu sawahnya yang rusak.

Baca juga: UNSRI Laksanakan Yudisium Ke-152 Fakultas Hukum 2021

Saat hendak dikonfirmasi soal luasan sawah yang terdampak banjir, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid sedang tidak ada di kantornya.

Meski demikian, berdasarkan data assesment yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu diketahui ada sebanyak 13.677 hektare sawah dan tambak yang terdampak banjir.

Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu, Caya mengatakan, luasan sawah yang terdampak itu meliputi 27 Kecamatan.

Baca juga: Geger, Mayat Wanita Tanpa Celana Dalam Ditemukan dalam Kamar Kos di Tasikmalaya

Mulai dari Kecamatan Anjatan, Arahan, Balongan, Bangodua, Bongas, Cikedung, Gabuswetan, Gantar, Haurgeulis, Jatibarang, Juntinyuat, Kandanghaur, Kedokan Bunder, Kertasemaya, Krangkeng, Kroya, Lelea, Lohbener, Losarang, Pasekan, Patrol, Sindang, Sukagumiwang, Sukra, Terisi, Tukdana, dan Kecamatan Widasari.

“Paling terdampak di Kecamatan Kandanghaur ada 2.492 hentare yang terdampak,” katanya. (*)

Sumber: TribunJabar.id

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement