Connect with us

Regional

Gagal Panen di Karawang Ibarat Kehilangan Karakter Diri

Published

on

KARAWANG – Kegagalan masa panen pada tahun ini mestiinya dianggap menjadi sebuah pukulan telak bagi para pemangku kebijakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang sebagai kota yang dikenal sebagai lumbung padi.

Tentu saja, sektor pertanian yang selama ini menjadi ikon bagi daerah Kabupaten Karawang mestinya jangan sampai mengalami kegagalan panen,

“Kegagalan masa panen di sektor petanian di kota lumbung padi, sama saja dengan Kabupaten Karawang secara otomatis telah kehilangan kararkter, karena sektor pertanian merupakan ikon bagi kabupaten karawang yang selama ini dikenal oleh daerah lainnya,” ungkap salah satu tokoh masyarakat petani di Desa Sindangmulya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Endan, kepada tim Redaksi Infoka, Kamis (1/8/2024).

Selama ini, menurut Dia, produksi padi di wilayah Kabupaten Karawang diakui selalu menjadi salah satu prioritas utama bagi para pemangku kebijkan di lingkungan Pemerintah daerah Kabupaten Karawang sehingga telah difokuskan dari sejak perencanaan hingga masa panen raya tiba sebagai kota yang berkarakter memiliki julukan lumbung padi di Jawa Barat.

“Karawang mesti kembali fokus pada sektor pertanian, sehingga jangan sampai terulang kegagalan panen seperti tahun ini. Berapa ribu warga memang berganung hidup pada sektor pertanian. Selama ini orang diluar daerah mengenal orang Karawang sangat royal, memang kalau tidak gagal panen perputaran uang di tengah masyarakat tidak sesulit aeeprti saat ini,”ujar Endan.

Untuk diketahui, lanjut Dia, luas area lahan pertanian di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diketahui sangat besar sehingga mampu mengahasilkan pendapatan yang sangat tinggi ketika produksi di sektor pertanian tidak mengalami kegagalan seperti tahun ini. Umumnya, pada satu hektar lahan pesawahan di garap oleh 20 tenaga kerja muli dari oleh tanah hingga masa panen raya,

“Normalnya untuk satu hektat bisa mencapai 6 ton. Bisa dibayangkan betapa royalnya warga Karawang bila hasil panen raya tidak mengalami kegagalan karena biaya produksi yang umumnya hanya membutuhkan sepeluh juta rupiah saja,” ujarnya.

Diakuinya, sektor pertanian sebagai ikon yang membentuk karakter diri Kabupaten Karawang dikenal daerah lainnya menjadi kota lumbung padi Jawa Barat sekarang ini secara perlahan seperti terkikis dari fokus perhatian para pemangku kebijakan di lingkungan Pemkab Karawang, Jawa Barat.

Kendati, permasalahan dalam proses produksi padi sedari masa tanam hingga masa panen raya diakui oleh tokoh pertanian asal Kecamatan Kutawaluya dapat diantisipasi, semisal dengan gerakan kekompakan dikalangan para petani se Kabupatwn Karawang,

“Metode atau formula untuk menyelesaikan pemasalahan hama selama proses produksi padi hingga masa panen agar tidak mengalami kegagalan bisa muncul sendiri dari pemikiran para petani. Bahkan, proses produksi bagi kalangan petani di beberapa kecamatan berbeda jumlah kebutuhan dan permasalahan, kita bisa saling berbagi ilmu ketika muncul kekompakan,” jelasnya. (red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement