Connect with us

Regional

Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Kakek Berusia 80 Tahun di Tasikmalaya

Published

on

INFOKA.ID – Polres Tasikmalaya gelar rekonstruksi pembunuhan seorang kakek berusia 80 tahun yang dituduh sebagai dukun santet.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Kamis (11/5/2023), sekira pukul 08:00 WIB, di Kampung Cieksel, Desa Bantarkalong, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Polda Jabar AKP Ari Rinaldo mengatakan terdapat 43 adegan yang diperagakan oleh tersangka Rukiman (53).

“Tadi ada 43 adegan yang diperagakan oleh tersangka. Semua, dari adegan pertama sampai ke adegan 43 berjalan dengan lancar,” kata Ari, Rabu (21/6/2023).

Ia mengatakan peristiwa penganiyaan menggunakan golok itu (terjadi) mulai dari adegan ke-15 sampai adegan ke-38. Ari menilai bahwa dari semua adegan tersebut, hampir seluruhnya dianggap berpotensi menyebabkan meninggal dunia.

“Tapi, memang korban meninggal di tengah perjalanan, pada saat dilakukan pertolongan mau menuju ke rumah sakit,” lengkapnya.

Diketahui, melalui adegan rekonstruksi rajapati kakek berusia 80 tahun di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut, pihak Polres Tasikmalaya Polda Jabar tidak menemukan fakta baru.

“Motifnya dendam, dan memang dari pemikiran tersangka, bahwa korban melakukan santet kepada pelaku,” lanjutnya.

Ari juga mengungkap bahwa persitiwa ini bukan perencanaan pembunuhan, sehingga pasal yang diterapkan kepada pelaku ialah Pasal 338 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.

“Karena memang sehari-hari tersangka ini berprofesi sebagai petani dan memang sehari-hari menajamkan goloknya, juga sehari-hari dia membawa golok ke mana-mana. Artinya, pembunuhan tersebut dilakukan secara spontantitas,” katanya.

Sebelumnya, seorang petani menjadi korban pembunuhan di Desa Bantarkalong, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis (11/5/2023).

Korban bernama Mian (80), warga Kampung Cieksel, yang bekerja sebagai petani. Pria renta itu ditemukan terkapar bersimbah darah di kebun dengan luka bacok menganga di dahi, pipi, dan bagian badan lainnya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement