Regional
Polisi Buru Guru Ngaji yang Diduga Cabuli Belasan Santri di Purwakarta
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Seorang guru ngaji berinisial OS di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Pondoksalam, Purwakarta diduga cabuli belasan santri di bawah umur.
Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain membenarkan dugaan pencabulan guru ngaji terhadap para santri. Polisi menerima aduan tersebut berdasarkan pelaporan salah satu orang tua korban.
“Berdasarkan keterangan korban, pelaku yang merupakan guru ngaji di wilayah tersebut melakukan perbuatan itu dari tahun 2019 sampai dengan Maret 2023,” ucap Edwar dikutip Minggu (10/12/2023).
Polisi hingga saat ini masih mendata korban lain yang menjadi korban kekerasan seksual ustad O. Kemungkinan korban akan terus bertambah karena sebagian korban masih ada yang di sekolah.
Edwar mengatakan, pihaknya tengah memburu pelaku berinisial OS yang merupakan guru ngaji. Dia diketahui kabur usai warga melakukan perusakan rumahnya.
“Sedang dalam penyelidikan, mencari keberadaan pelaku. Pelaku ini guru ngaji bukan pimpinan Pondok Pesantren. Jadi peristiwa ini terjadi bukan di sebuah Pondok Pesantren melainkan rumah pelaku yang dijadikan tempat belajar mengaji di Desa itu. Pelaku sedang dalam pengejaran anggota kami,” katanya.
Sebelumnya, puluhan warga merusak bangunan rumah milik OS tersebut pada Sabtu (9/12/2023).
Puluhan warga serta keluarga korban yang geram akibat perbuatan cabul OS, mengamuk dan melempari batu bangunan ponpes tersebut.
Sayangnya, warga tidak sempat menemui OS lantaran keburu melarikan diri demi menghindari amukan massa.
“Dia (OS) takut dengan amukan warga, keburu melarikan diri,” ujar Cucu, salah satu kerabat korban pelecehan.
Dia menuturkan, aksi bejat oknum ustadz tersebut diketahui sudah dilakukan bertahun-tahun. Korbannya diperkirakan sebanyak 15 orang santri.
OS diduga mencabuli para korbannya dengan modus minta dipijat. OS juga mengancam para korban agar tidak menceritakan kasus tidak terpuji itu kepada orangtuanya.
Adapun terungkapnya kasus itu, setelah sejumlah korban mengadu kepada orangtuanya.
“Baru ketahuan pas ada beberapa santri yang ngadu ke orang tua,” katanya. (*)

You may like

Kejari Karawang Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara

Kecipratan Air hingga Kehujanan?Galaxy A57 5G Jadi Solusi dengan Perlindungan IP68

Alfamart dan Sweety Lanjutkan Komitmen Melalui Program Alfamart Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat di Indonesia

Pupuk Kujang Gandeng PLN EPI dan CISRI HYPOR untuk Kembangkan Gas Hidrogen dari Biomassa

Bupati Ringankan Beban Biaya Siswa Sekolah Negeri, Kemenag Karawang Belum Mampu Imbangi

Cegah TPPO dan TPPM, Imigrasi Karawang Tolak 375 Permohonan Paspor
Pos-pos Terbaru
- Kejari Karawang Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara
- SHARP Perkuat Hubungan dengan Pelanggan melalui Inovasi, Pengalaman, dan Layanan
- Kecipratan Air hingga Kehujanan?Galaxy A57 5G Jadi Solusi dengan Perlindungan IP68
- Alfamart dan Sweety Lanjutkan Komitmen Melalui Program Alfamart Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat di Indonesia
- Pupuk Kujang Gandeng PLN EPI dan CISRI HYPOR untuk Kembangkan Gas Hidrogen dari Biomassa






