Connect with us

Regional

Pemprov Jabar Targetkan 80 Persen Penduduk Divaksin Covid-19

Published

on

INFOKA.ID – Pememerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 80 persen penduduk divaksin Covid-19.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat memantau vaksinasi kyai dan ulama di Pondok Pesantren (Ponpes) Asshiddiqiyah, Cilamaya Wetan, Karawang. Selasa (16/3/2021).

“Targetnya itu 80 persen, dari total jumlah 50 juta penduduk di Jawa Barat, atau 33,5 juta penduduk harus divaksin,” kata Uu.

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengajak masyarakat mendukung target vaksinasi tersebut. Uu juga berpesan kepada para ulama untuk meyakinkan masyarakat tidak ada dampak negatif vaksin.

“Jadi pak Kyai yang sudah divaksin tentunya, tolong sampaikan kepada semua masyarakat, bahwa vaksin itu tidak ada dampak negatifnya,” ungkapnya.

Lanjut Uu, sebelumnya Gus Hasan, sebagai pemilik Ponpes Asshiddiqiyah, Karawang, telah berkomunikasi dengan gubernur, untuk mengadakan vaksinasi bagi para pemuka agama.

Lanjutnya, vaksinasi terhadap kyai ini merupakan bagian dari tahap kedua vaksinasi untuk publik. Para tokoh masyarakat seperti kyai dan ulama lebih didahulukan agar mampu menyampaikan kepada para pengajar agar tidak ragu untuk divaksin.

“Jadi ini tahap kedua, teruntuk publik, tentunya lebih dahulu para kyai, dan ulama sebagai upaya menepis keraguan dampak negatif vaksin. Jadi pak kyai, tolong sampaikan, tidak ada dampak negatif setelah divaksin,” ungkapnya.

Pesan Wagub, direspon baik oleh Gus Hasan, selaku tokoh ulama besar NU di Karawang, dan Pimpinan Ponpes Asshiddiqiyah.

“Demi kemaslahatan umat, dan untuk memutus rantai penyebaran virus yang berdampak ke semua aspek, tentunya para kyai bersama-sama mendorong menyukseskan program vaksinasi ini,” ungkapnya.

Jelasnya, pihaknya, bersama para ulama Nahdiyin di tingkat daerah hingga pusat telah mensosialisikan vaksinasi.

“Jadi ulama sudah mensosialisasikan program pemerintah terkait vaksinasi ini dari daerah sampai dengan pusat,” tutupnya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement