Connect with us

Regional

Pemkab Karawang Bakal Gelar Vaksin Booster usai Shalat Tarawih

Published

on

INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bakal jemput vaksinasi Covid-19 boodter usai salat tarawih selama bulan Ramadan 2022.

Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, lokasi vaksinasi malam usai salat tarawih akan diperbanyak seperti di kantor desa maupun Puskesmas.

“Kita akan jemput bola ke desa-desa bersama unsur TNI dan polri, selesai shalat tarawih karena khawatir masyarakat ada yang takut lemas jika vaksinasi saat puasa,” kata Aep, Jumat (1/4/2022).

Aep mengatakan, pihaknya menargetkan vaksinasi booster mencapai 30 persen saat bulan Ramadhan.

Aep menyebut, vaksinasi booster dapat dilakukan di sentra-sentra vaksinasi, seperti seluruh puskesmas dan Kantor Dinas Kesehatan Karawang pada hari dan jam kerja.

“Selain itu juga ada vaksinasi malam di MPP (Mal Pelayanan Publik di Technomart),” beber dia.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengizinkan masyarakat mudik saat Lebaran Idul Fitri dengan salah satu syaratnya telah menerima vaksin Covid-19 booster.

Aep meminta masyarakat segera vaksinasi baik dosis 1, 2 dan booster atau dosis 3. Apalagi dosis ketiga ini menjadi salah satu syarat untuk mudik lebaran.

Saat ini capaian vaksinasi di Karawang dosis 1 sebanyak 92 persen, dosis sebanyak 75 persen dan dosis ketiga 11 persen.

“Itu kita akan kejar capaian vaksinasi, khususnya dosis 3 itu yang masih 11 persen akan dikejar minimal 30 persen saat akhir bulan April atau sebelum mudik lebaran,” ungkapnya.

Selain itu, Aep juga melarang warga melaksanakan Sahur On The Road atau SOTR pada bulan Ramadhan 2022.

Aep Syaepuloh menerangkan pelaksanaan SOTR lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya.

“Kami Pemkab Karawang juga bersama Polres dan Kodim Karawang melarang kegiatan SOTR,” kata Aep.

Aep menerangkan, warga hanya diperbolehkan membagikan makanan buat sahur bagi warga tak mampu di jalanan. Akan tetapi, dilarang bergerombolan dan makan sahur di jalan.

“Kalau sore hari berbagi makanan buka puasa, termausk sahur juga boleh saja itu kebaikan. Tapi SORT tidak boleh, khawatir ada bentrukan malah ribut,” beber dia. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement