Connect with us

Regional

Pemkab Karawang: 60 Persen Sekolah Akan Belajar Tatap Muka

Published

on

INFOKA.ID – Pemkab Karawang menargetkan 60% sekolah sudah bisa melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Namun hanya sekolah yang wilayahnya masuk zona aman yang boleh belajar tatap muka.

Dari hasil pemetaan Pemkab Karawang, hanya 60 persen sekolah yang bisa belajar tatap muka sedangkan lainnya masih menunggu penurunan penyebaran Covid-19.

“Kita masih mengkaji kapan tepatnya belajar tatap muka dilakukan. Target kita paling lambat Juni tahun ini bisa dilaksanakan. Semua persiapan sudah dilakukan, namun karena pertimbangan pandemi Covid-19 di Karawang masih cukup tinggi, jadi kita harus hati-hati,” kata Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, Minggu (7/3/2021).

Menurut Aep, rencana belajar tatap muka di sekolah sudah dipersiapkan jauh hari. Artinya pihak sekolah sudah menyiapkan segala sesuatunya seperti protokol kesehatan di sekolah.

“Tempat cuci tangan di setiap kelas, masker dan lainnya terkait protokol kesehatan sudah disiapkan. Bahkan guru-guru dan tenaga sekolah akan vaksinasi. Semua itu untuk memastikan belajar tatap muka sudah siap dilaksanakan,” katanya.

Aep menuturkan, meski pihak sekolah sudah mempersiapkan semuanya untuk belajar tatap muka, namun pemerintah masih mengkaji lagi. Karena tidak semua sekolah boleh belajar tatap muka.

“Hanya sekolah yang berada di zona hijau yang boleh belajar tatap muka. Ini untuk memastikan belajar tatap muka aman dari bahaya Covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, jika berdasarkan zona aman, diperkirakan hanya 60 persen sekolah di Karawang yang dapat belajar tatap muka, karena masuk dalam wilayah zona hijau.

Sedangkan sekolah lainnya masih belajar secara daring, karena berada di wilayah zona merah.

“Kalau jumlah persisnya belum tahu, tapi sudah 60 persen sekolah. Kita harapkan rencana ini berjalan lancar dan anak-anak aman bersekolah,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Disdikpora Karawang, Asep Junaedi beberapa waktu lalu. Sebelum belajar tatap muka, semua guru dan tenaga kependidikan harus mengikuti vaksin Covid-19 terlebih dahulu.

“Untuk daerah-daerah tertentu pembelajaran tatap muka sebenarnya sudah bisa dilakukan Maret ini. Tetapi kami tetap melakukan langkah antisipatif penyebaran virus corona dengan memvaksin para guru,” ujar Asep Junaedi, pada Senin (1/3/2021).

Menurutnya, jumlah guru PNS di Kabupaten Karawang mencapai 14.000 orang, sedangkan guru honorer tercatat 6.470 orang.

Jika ditambah dengan tenaga kependidikan ada sekira 20 ribu pegawai di lingkungan Disdikpora yang harus divaksin.

Setelah mereka menerima vaksin, lanjut Asep, proses pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan.

“Nanti kami akan mengatur zona mana dulu yang dibolehkan melakukan KBM tatap muka. Tentunya akan dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19,” kata Asep lebih lanjut.

Disebutkan juga, beberapa sekolah sebenarnya tanpa vaksin pun ada yang sudah siap menggelar pembelajaran tatap muka. Namun, agar semua pihak merasa aman dan tenang para guru wajib divaksin terlebih dahulu.

“Kendati sudah para guru sudah divaksin, proses KBM tetap harus menggunakan protokol kesehatan. Sebab, baru guru yang divaksin, sedangkan para muridnya belum,” kata Asep.

KBM tatap muka, lanjut dia, akan dilakukan bergiliran. Setiap pertemuan belajar hanya boleh diikuti 1/4 siswa dari total jumlah siswa dalam satu kelas.

Hal itu dilakukan agar para siswa tetap bisa menjaga jarak satu sama lain.

“Kami akan awali KBM tatap muka di daerah yang aman dari penyebaran corona seperti Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan. Untuk wilayah Karawang kota dan Telukjambe akan kami kaji terlebih dahulu,” tutur Asep. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement