Regional
Pemkab Garut Anggarkan 1,7 Miliar dari BTT untuk Penanggulangan Bencana Alam
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Garut menganggarkan dana sebesar Rp 1,7 miliar dari belanja tidak terduga (BTT) untuk penanggulangan bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah selatan Kabupaten Garut.
“Jadi banjir di Garut Selatan itu terjadi di 5 Kecamatan, tapi yang terdampak secara luas itu adalah di Kecamatan Pameungpeuk, ada satu orang yang meninggal dunia yaitu di Kecamatan Cisompet dan ada lebih daripada 1.000 lebih rumah yang terdampak,” ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan dalam keterangannya, Selasa (27/9/2022).
Ia mengungkapkan pihaknya juga akan memberikan cash for work sebesar Rp 300 ribu untuk satu rumah dari BTT yang dikeluarkan.
Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan dana maksimal Rp 20 juta bagi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana ini.
“Dengan 1.000 (rumah) lebih, kurang lebih Rp 300 juta, yang kedua adalah rumah yang rusak berat, rusak ringan itu telah dilakukan perbaikan dan pemberian maksimal Rp 20 juta, sedangkan untuk infrastruktur terutama itu adalah melakukan rekonstruksi inti PDAM dan jembatan serta berbagai fasilitas lain, ya semuanya kita keluarkan hari ini Rp 1,7 miliar dari BTT,” ungkapnya.
Rudy juga memaparkan, bahwa pemda telah menerima sumbangan dana dari Bank BJB Cabang Garut sebesar Rp 100 juta.
“Dan kita akan umumkan siapa yang memberikan sumbangan kepada pemerintah daerah dan kita juga berharap masalah yang berhubungan dengan penanganan selanjutnya pasca bencana, kita akan mengecek beberapa tempat di antaranya adalah jembatan-jembatan,” papar Rudy.
Selain itu, Rudy juga menjelaskan jika pihaknya akan mengadakan pengecekan bantaran sungai dalam bentuk pengerukan dari sedimentasi.
“Ya itu lah hari ini sudah kita keluarkan (BTT) ya. Jadi bisa dieksekusi besok atau lusa di bawah koordinasi Pak Sekda selaku Kepala BPBD dan Kalak BPBD Pak Satria Budi, yang dilakukan dengan para camat,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan jika pihaknya juga akan menanggung pengobatan penyintas bencana yang terdampak banjir ataupun tanah longsor.
“Mereka yang mendapatkan pengobatan itu gratis ya kita ditanggung pemerintah daerah, sedangkan hal-hal lain lah ya menyangkut tentang kesiapsiagaan bencana dalam mitigasi bencana, ini kita lakukan sosialisasi melalui rekan-rekan kepala desa,” tandasnya. (*)


You may like

Sepanjang 2024, BPBD Sukabumi Catat 202 Bencana, Ini yang Paling Banyak Terjadi

3 Korban Longsor di Banjarwangi Garut Ditemukan

Warga Karangligar Karawang Jalani Puasa di Tengah Banjir

BNPB Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Kabupaten Cirebon

Banjir Cirebon Makin Meluas, Ribuan Rumah Terendam dan Dua Orang Meninggal Dunia

Warga Keluhkan Genangan Air di Tengah Jalan Depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern






