Nasional
Pemerintah Terus Bangun Infrastruktur Digital Daerah 3T
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo terus membangun dan memperkuat infrastruktur digital di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
“Hadirnya Presiden Joko Widodo untuk menghubungkan yang belum terhubung di wilayah nasional,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dilansir Antara, Senin (6/2/2023).
Iab menegaskan bahwa Presiden Jokowi ingin pembangunan pusat-pusat pertumbuhan yang terdistribusi dengan rata di seluruh wilayah tanah air.
“Tidak hanya terpusat di wilayah komersial, tetapi membuka wilayah baru,” katanya.
Menurutnya, saat ini pemerintah fokus memeratakan pembangunan infrastruktur digital. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya di sentral pertubuhan yang sudah ada, tetapi membangun pusat pertumbuhan yang baru. Wilayah itu sebagian besar berada di daerah 3T.
“Pembangunan infrastruktur digital lebih merata,” katanya menegaskan.
Dikatakan pula bahwa infrastruktur digital tidak hanya bisa dilihat dalam bentuk hasilnya saja seperti signal.
“Tidak serta-merta ada signal di suatu wilayah. Ada satu jaringan yang saling terhubung,” katanya.
Johnny menyebutkan ada tiga lapisan yang penting salam telekomunikasi, yakni lapisan pertama adalah broadband atau fiber optik. Pemasangan fiber optik jaringan telekomunikasi tidak mudah baik di darat dan di laut.
Bahkan, banyak fiber optik yang putus di dasar laut karena aktivitas bawah laut seperti longsor dan letusan gunung api.
“Indonesia merupakan negara dengan jaringan fiber optik cukup panjang sekitar 460.000 kilometer, baik di darat maupun di laut,” ungkapnya.
Lapisan kedua, untuk wilayah yang tidak bisa dibangun fiber optik, terdapat alternatif dengan membangun radio telekomunikasi mendukung layanan broadband dan satelit.
Komimfo membangun dua satelit untuk mendukung layanan itu. Bahkan, dia merencanakan peluncuran paling cepat pada pertengahan tahun 2023.
Selanjutnya, lapisan terakhir adalah Base Transceiver Station (BTS). Selama ini, kata dia, BTS hanya dibangun di wilayah komersial. Akan tetapi, Kominfo terus membangun di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). (*)
Sumber: Antara

You may like

Menkominfo Ungkap Perputaran Uang Judi Online di Indonesia Mencapai Rp 327 Triliun

Kasus Korupsi BTS: Rp 8 Triliun Uang Negara Lenyap, Tower Tidak Ada yang Berfungsi

Kominfo Siapkan Asistensi Pengelolaan Sistem Elektronik Perkuat Kredibilitas Penyelenggara Pemilu 2024

Menkominfo Minta PSE Siapkan Tiga Hal Untuk Perkuat Keamanan Siber

Pemerintah Terus Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Digital Secara Komprehensif

Menkominfo Minta Masyarakat Jaga NIK dan Selalu Ganti Password Untuk Cegah Kebocoran Data
Pos-pos Terbaru
- AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu
- Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama
- Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
- Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara
- Dari Pos Ronda Menuju Podium Juara: Misi Keramat Orado Palembang Di Kejurprov I Sumsel






