Nasional
Menkes Beberkan Tiga Arahan Hidup Berdampingan dengan Covid-19
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan tiga strategi agar masyarakat dapat hidup berdampingan bersama epidemi Covid-19, yang bertujuan untuk menyeimbangkan kehidupan yang sehat serta bermanfaat secara ekonomi.
“Untuk hidup bersama pandemi ada beberapa arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang perlu segera kami tindak lanjuti,” kata Budi Gunadi Sadikin saat hadir secara virtual menyampaikan keterangan pers melalui YouTube Sekretariat Presiden yang dipantau dari Jakarta, Senin (23/8/2021) malam.
Budi mengatakan 3 strategi tersebut menyasar sejumlah sektor kebijakan di antaranya protokol kesehatan (prokes) berbasis teknologi informasi, testing dan tracing, serta perawatan.
Strategi pertama, pemerintah dan warga diminta untuk sama-sama menyeimbangkan antara hidup sehat dan hidup yang bermanfaat secara ekonomi dengan cara menerapkan protokol kesehatan covid-19 secara disiplin.
“Seperti arahan bapak presiden, kita harus waspada, dan protokol kesehatan di masing-masing kota akan dibuka secara bertahap,” kata Budi.
Saat ini, pihaknya telah menyusun ketentuan protokol kesehatan dengan berbasis teknologi informasi. Aplikasi seperti Peduli Lindungi akan menunjang pemenuhan protokol kesehatan covid-19 dengan penyesuaian terhadap aspek ekonomi.
Strategi kedua, Jokowi menginstruksikan agar pengetesan dan telusur diperkuat hanya kepada pihak tertentu.
“Testing dan tracing harus sangat terarah, benar-benar yang butuh, istilahnya testing epidemiologi, bukan screening, ke suspect atau kontak erat, bukan semua orang dites karena mau melakukan aktivitas tertentu,” kata dia.
Selanjutnya strategi ketiga adalah perawatan. Budi menyebut, presiden Jokowi telah memberikan arahan spesifik perihal konsep perawatan pasien covid-19 ke depan.
Ia mengatakan, ke depan rumah sakit hanya akan melayani pasien Covid-19 dengan gejala berat hingga kritis, sementara yang ringan akan dimaksimalkan perawatannya di Puskesmas.
Dengan strategi itu, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan pasien covid-19 diharapkan tidak mengalami lonjakan tinggi seperti yang terjadi beberapa bulan lalu pasca libur Nataru dan Idulfitri.
“Dengan demikian, diharapkan bahwa ke depan kita tidak hanya bicara mengenai strategi penanganan pandemi, tapi strategi untuk hidup bersama epidemi seperti arahan bapak presiden,” pungkasnya. (*)

You may like

Presiden Jokowi Berkantor Selama 40 Hari di IKN hingga 19 Oktober

Harga Obat di Indonesia Mahal 400%, Ini Arahan Jokowi ke Kepala BPOM

Jokowi Akan Reshuffle Kabinet Hari Ini

Pertama Kali, Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi HUT Ke-79 RI di IKN

Regulasi Investasi di OIKN Rampung, Pemerintah Kebut Tarik Investor Asing

Jokowi: Pilkada 2024 Bakal Berjalan Lancar dan Adil
Pos-pos Terbaru
- Dukung Pasokan Darah di Karawang, Pupuk Kujang Gelar Donor Darah Massal ielang HUT ke-51
- Microbus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Polres Karawang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
- Brits Hotel Karawang Hadirkan Cars Worldwide Carmeet 2026, Satukan Komunitas Otomotif, UMKM, dan Lifestyle dalam Satu Event Kolaboratif
- Ops Jaran Lodaya Tekan Kejahatan Jalanan, Polres Karawang Bekuk Pelaku Curanmor Asal Lampung
- FH UNSIKA Raih Akreditasi Unggul dan Pengakuan Internasional ACQUIN







