Nasional
Menkes: Ada 2,4 Juta Dosis Vaksin di Jawa Barat, Segera Habiskan
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan stok vaksin corona di Jawa Barat masih mencukupi. Ia menyebut masih ada 2,4 juta dosis vaksin yang tersedia.
Budi meminta pemerintah Jawa Barat menghabiskan vaksin yang sudah dikirim pemerintah pusat sesuai arahan Presiden Jokowi.
Budi mencatat ada 9,761,620 dosis vaksin yang dikirim untuk Jawa Barat. Sementara, baru 7,358,966 yang disuntikkan kepada masyarakat Jabar. Jika dihitung masih tersisa 2,402,644 dosis yang belum disuntikkan.
Pernyataan ini agak berbeda dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang menyebut stok vaksin di Jabar kosong dan baru datang lagi pada Agustus mendatang.
“Jadi Jawa Barat catatan kami ada sekitar 9,7 juta dosis vaksin yang sudah dikirim, sedang disuntikkan 7,3 juta. Jadi masih ada 2,4 juta vaksin yang ada di seluruh Jawa Barat yang bisa divaksinkan tidak usah digunakan sebagai cadangan suntik kedua,” ujar Budi saat rapat koordinasi secara virtual bersama Wapres Ma’ruf Amin terkait kondisi penanganan pandemi COVID-19 di Jawa Barat, Jumat (23/7/2021).
Budi mengatakan, nantinya pemerintah pusat akan mengirimkan kembali vaksin untuk penyuntikan kedua. Sehingga, pemerintah Jawa Barat tak perlu menyimpan stok vaksin pertama untuk dijadikan cadangan vaksin kedua.
“Karena pasti nanti kita akan makin banyak vaksinnya datang, suntik kedua nya akan kita isi,” jelas Budi.
“Jadi memang angka itu sesuai arahan Bapak Presiden dipakai aja, karena nanti kita akan perbanyak pengiriman vaksinnya sesuai dengan jumlah vaksin yang datang dalam minggu minggu depan ini,” pungkasnya.
Ma’ruf Amin Minta Percepat Vaksinasi di Jabar
Terkait pelaksanaan vaksinasi di Jabar, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Pemprov untuk berkoordinasi dengan seluruh elemen, termasuk TNI dan Polri. Hal itu dimaksudkan agar vaksinasi bisa dilakukan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Mengenai percepatan vaksinasi saya sarankan agar selalu dikoordinasikan dari kalangan Kemenkes, TNI Polri, dengan pemerintah provinsi, agar distributing dan targeting berjalan sesuai dengan sasarannya,” tutur Ma’ruf.
“Saya ingin mendorong dan memfasilitasi agar koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi,” tutup dia. (*)

You may like

Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika

Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari

Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik

MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri

Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang

Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita
Pos-pos Terbaru
- Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika
- Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari
- Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern







