Regional
Lakukan Aksi Demo, Mahasiswa Tangerang Kena ‘Smackdown’ Polisi
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Seorang mahasiswa peserta unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa pingsan setelah mendapatkan bantingan ala smackdown dari aparat kepolisian yang melakukan pengamanan aksi tersebut, pada Rabu (13/10/2021).
“Ya salah satu mahasiswa itu pingsan setelah mendapatkan bantingan dari polisi,” ujar Ahmad, salah seorang yang berada di lokasi kejadian.
Ahmad mengatakan, mahasiswa tersebut sempat tak sadarkan diri. Namun tak lama kemudian ia kembali siuman sebelum diamankan oleh polisi.
Dilansir dari CNNIndonesia.com, mulanya unjuk rasa ini dimulai secara damai di depan Kantor Bupati Tangerang. Sambil menyampaikan aspirasi, massa berusaha maju untuk terus-menerus mendekati Kantor Bupati Tangerang.
Aksi mahasiswa tersebut kemudian terhalang oleh puluhan aparat. Saling dorong pun terjadi antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.
Aparat akhirnya bertindak dengan menangkapi sejumlah mahasiswa. Konsentrasi massa aksi pecah.
Dalam rekaman video yang beredar, seorang mahasiswa tertangkap oleh polisi. Mahasiswa itu ditarik saat berada di kerumunan aksi. Badannya kemudian dikunci, lalu diangkat ke atas untuk kemudian dibanting ke bawah.
Mahasiswa yang dibanting itu sontak tergeletak. Beberapa orang diduga polisi kemudian menghampiri mahasiswa itu. Mereka membantu mahasiswa itu bangkit, namun korban sudah tak berdaya.
Wakapolresta Tangerang, AKBP Leonard M Sinambela menyatakan pihaknya melakukan pengamanan massa unjuk rasa. Namun saat ditanya berapa jumlah massa aksi yang diamankan tersebut ia enggan menjelaskan ihwal diamankan mahasiswa itu.
“Ya, Polresta Tangerang pengamanan unjuk rasa, makasih. Polresta Tangerang mengamankan unjuk rasa,” ujar Leonard.
Polisi ‘Smackdown’ Mahasiswa Terancam Sanksi
Sementara, Kombes Wahyu Sri Bintoro mengatakan bakal menindak tegas anggotanya yang melakukan bantingan ala smackdown terhadap mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa, Rabu (13/10).
Wahyu menuturkan bahwa dalam apel pasukan pengamanan, pihaknya telah memberikan instruksi agar tak ada kekerasan dalam pengamanan demo.
“Dalam apel pengamanan pasukan sudah jelas dan tegas tidak ada kekerasan, kalau masih ada berarti oknum anggota tersebut akan saya tindak tegas,” kata Wahyu, Rabu (13/10).
Wahyu menuturkan pihaknya akan melakukan evaluasi secara internal. Tim Propam, lanjutnya, juga akan melakukan evaluasi terkait SOP pengamanan massa.
“Hasil penilaian internal sebagai bahan untuk menindak anggota bila terbukti adanya kesalahan SOP,” ucap Wahyu. (*)

You may like

Mahasiswa dan Buruh Potensi Demo Besar-besaran Hari Ini, Terkait DPR Revisi Putusan MK Soal UU Pilkada

Pertagas Dukung PIN Polio di Tangerang

Rencana Demo Susulan ke PT Bridgestone, PT HBSP Desak Polres Karawang Tidak Berikan Izin

Ponpes Darul Hikmah Cisauk Gelar Wisuda Tahfidz Angkatan ke-3 Kategori Hafidz 5 dan 10 Juz

Tuntut Pembayaran Proyek Tahun 2023, Pengusaha Bakal Demo Pejabat Bupati Purwakarta

Darul Hikmah Juarai Sepak Bola Kompetisi Antar Sekolah Wilayah Cisauk Tangerang
Pos-pos Terbaru
- Gelar Rakor Timpora di Cilamaya Wetan, Imigrasi Karawang Perkuat Peran Desa Awasi Orang Asing
- Sharp Indonesia Mengajak Generasi Muda Menjadikan Keberlanjutan sebagai Bagian dari Keseharian
- Dian Fahrud Jaman Perkuat Militansi Kader NasDem Karawang Hadapi Pemilu 2029
- Gagal Gasak Motor, Pria di Karawang Babak Belur Diamuk Massa
- 209 Calon Kepala Desa Ikuti Tes CAT, Pemkab Karawang Gandeng Unsika Pastikan Netralitas






