Connect with us

Regional

Kuliner Tahu Tempe Raib di Pasar Palimo Palembang

Published

on

PALEMBANG – Tak sepotong pun produksi makanan yang terbuat dari kacang kedelai tahu maupan tempe ini tersedia di lapak para pedagang yang keseharian nya berjejer di los pasar, baik pasar atas maupun bawah di Pasar Palimo (KM 5) Palembang pada Senin, (1/11/2021).

Dari pantauan di lapangan para produsen tahu tempe akan mogok produksi. Hal ini berdampak pada tingginya kedelai sebagai harga bahan bakunya.

“Ya, bagaimana tidak, kami lakukan itu karna selama kenaikan kedelai setelah dicoba produksi walaupun, kita perkecil ukuran nya masih tetap merugi, maka mogoklah yang terjadi,” terang Jono (29).

“Dengan adanya aksi ini kami berharap pemerintah mendengar keluh kami sebagai produsen, kami juga tidak ingin menyusahkan konsumen,” lanjutnya.

Sementara itu, para pembeli bertanya-tanya terkait tak tersedianya tahu tempe ia pun harus pulang dengan tidak membawa uang.

“Saya pedagang gorengan, keseharian menjual tempe dan tahu goreng selain makanan lainya,” kata Tutik (38).

“Kalau tempe tahu tidak ada hari ini, entah sampai kapan jualan saya akan sedikit dijajakan, mana sulit cari uang kondisi Covid-19 terpaksa hari ini kembali dengan tangan kosong,” cetus Tutik yang mengaku beralamat di Talang Ratu ujung, Palembang.

Sementara itu dari data yang diperoleh Kementerian Pertanian dan importir kedelai sepakat untuk menetapkan harga jual kedelai sebesar Rp8.500 per kilogram (kg). Harga itu berlaku untuk 100 hari ke depan di tengah tingginya harga kedelai di pasar internasional, Semula harga hanya berkisar Rp 7.000/per kilogram. (sya)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement