Connect with us

Regional

Klarifikasi Ormas Garis Terkait Video Pencopotan Label Gereja di Tenda Pengungsian Gempa Cianjur

Published

on

INFOKA.ID – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Reformis Islam (Garis) memberikan klarifikasi terkait video pencopotan label di tenda posko pengungsian, yang viral di media sosial.

Klarifikasi terkait pencopotan tersebut disampaikan oleh pengurus DPP dan Ketua DPD Sukabumi Raya, Ade Saefullah, di Cianjur.

Ade mengatakan, pencopotan tersebut di luar yang diagendakan Garis dan gerakan spontanitas anggotanya tanpa sepengetahuan DPP.

“Kita menyayangkan. Padahal agendanya bukan itu. Agenda kita murni kemanusiaan, sesuai yang diajarkan oleh agama Islam,” ujar Ade dikutip TribunJabar.id.

Ia pun mengingatkan anggotanya untuk tidak kembali melakukan hal serupa yang dapat mengundang polemik yang sama.

“Kami sudah sampaikan kejadian serupa jangan terulang kembali. Kita fokus kemanusiaan, bantu korban gempa Cianjur,” tuturnya.

“Termasuk sudah melakukan klarifikasi dengan pihak kepolisian dan diingatkan agar kejadian tidak terulang kembali,” ucapnya.

Dia pun berharap bantuan yang diberikan kepada warga Cianjur tidak ada motivasi lain, kecuali kemanusiaan.

“Murni kemanusian sesuai yang diajarkan semua agama,” ucapnya.

Sebelumnya, video aksi beberapa orang membongkar label tulisan ‘Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia’ yang menempel di atap tenda bantuan untuk korban gempa Cianjur viral di media sosial.

Polisi sudah memeriksa para oknum yang mencopot label tersebut. “Sudah diperiksa tadi malam. Sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Kalau terjadi lagi, kita akan proses hukum,” ujar Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, Minggu (27/11/2022).

Doni menegaskan bahwa masyarakat Cianjur memegang tinggi toleransi. Bantuan dari semua pihak pasti diterima, tanpa melihat suku, agama, ras dan kelompok.

“Saya perlu tegaskan dan luruskan, jika masyarakat Cianjur, terutama pengungsi tidak intoleran. Mereka sangat toleran, menerima bantuan dari mana pun tanpa melihat latar belakang. Tapi untuk ormasnya in jelas intoleran,” kata Doni.

Sumber: TribunJabar.id

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement