Nasional
Kemenag Ungkap Penyebab Perpindahan Hotel Jamaah Haji di Madinah
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat mengatakan persoalan perpindahan hotel jemaah haji di Madinah merupakan imbas perubahan konfigurasi tempat duduk pesawat.
“Ini (perpindahan hotel jemaah) memang sebuah rentetan panjang dari perubahan konfigurasi seat pesawat. Jadi konfigurasi yang tadinya 480 satu pesawat, turun menjadi 405,” katanya di Madinah, Minggu (11/6/2023), seperti dikutip dari Antara.
Arsad mencontohkan, pesawat Saudia Airlines mengubah konfigurasi kapasitas kursi dari semula 480 penumpang menjadi 405 penumpang.
Akibat dari perubahan itu, sebanyak 75 penumpang harus diberangkatkan bersama kelompok terbang selanjutnya.
“Ada 75 penumpang yang tidak berangkat, sehingga diberangkatkan pada kloter berikutnya. Padahal 75 penumpang tersebut sudah disiapkan akomodasinya, sehingga mereka tidak bisa dimasukkan di hotel dengan kloter awal,” kata Arsad.
Selain kapasitas tempat duduk, kata dia, hal krusial lainnya yang menjadi penyebab permasalahan perpindahan hotel adalah keterlambatan pesawat yang menyebabkan jemaah haji indonesia terlambat masuk hotel di Madinah.
“Persoalan penerbangan bukan sekali atau dua kali, ternyata beberapa kali terjadi dan itu membuat repot, tidak hanya jamaah tetapi juga panitia yang ada di sini (Madinah),” kata Arsad.
Di sisi lain, lanjutnya, hotel di Madinah sangat terbatas. Apalagi saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang dalam proses pembongkaran sejumlah hotel di Madinah. Sementara hotel baru belum ada, walaupun sudah ada proyek yang tengah dibangun.
“Hotel baru belum selesai, masih tahap awal pembangunan. Artinya bangunan yang sudah ada terbatas bahkan dikurangi, sementara bangunan baru belum ada, permintaan tinggi, di sisi lain kapasitas hotel terbatas,” ujarnya.
Ia menambahkan dalam ketentuan disebutkan bahwa Saudia Airlines berhak memberangkatkan 50 persen dari kuota setiap negara yang memberangkatkan haji, termasuk Indonesia.
Jika Indonesia mendapatkan kuota 229.000 peserta ibadah haji pada tahun ini, maka separuhnya atau sekitar 115.000 diangkut oleh Saudia Airlines dan hal itu berlaku untuk pemberangkatan jamaah haji negara lain.
“Saudia Airlines juga mungkin terbatas pesawatnya, dalam kontrak setiap negara pengirim jamaah harus alokasikan penerbangan yaitu 50 persen dari maskapai Arab Saudi, ini juga menjadi salah satu faktor mungkin. Bayangkan ada 2,5 juta peserta ibadah haji di dunia, nah sekitar 1,25 juta diangkut Saudia Airlines,” kata Arsad. (*)
Sumber: Antara


You may like

RS Primaya Karawang Lindungi Ratusan Guru hingga Marbot dari Risiko Kecelakaan

Kemenag Karawang Terima CSR Primaya Hospital, Guru RA dan Marbot Masjid Dapat Jaminan BPJS

Kemenag Pastikan Video Viral Jenazah Jamaah Tergeletak di Jalanan Bukan Dari Indonesia

Kemenag Sebut Jamaah Haji Tanpa Visa Resmi Bisa Kena Denda 10.000 Riyal hingga Dideportasi

Kemenag Ingatkan Masyarakat Waspadai Tawaran Berangkat Haji Tanpa Menunggu, Dipastikan Ilegal

Menag: Kloter Pertama Haji Berangkat 12 Mei 2024
Pos-pos Terbaru
- Kuasa Hukum Jabar Istimewa Karawang Terima Aduan Dugaan Penggelapan Dana Koperasi Karyawan PT Pindodeli
- Polres Karawang Gelar Olahraga Bersama Peringati Hari K3 Sedunia 2026
- Sambut Menteri Lingkungan Hidup, FORDAS Cilamaya Siap Jadi Mitra Kritis
- Ogah Cuma Formalitas! Sekda Muba Pasang Badan, Siap ‘Bongkar’ Anggaran 2026 Demi Rakyat
- Dua Arahan Tegas Kapolres Karawang, Siaga Pengamanan May Day dan Zero Pelanggaran Anggota





