Connect with us

Regional

Kejar Target Vaksinasi, Sasar Warga Pesisir di Karawang

Published

on

INFOKA.ID – Sebanyak 1.500 warga yang tinggal di daerah terpencil di Kabupaten Karawang mulai mendapatkan vaksin Covid-19. TNI dilibatkan dalam percepatan vaksinasi terutama menjangkau wilayah pesisir.

Danrem 063/SGJ, Kolonel Inf Elkines Vilando DK mengungkapkan, daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) ini lokasinya sangat sulit terjangkau, dari berbagai fasilitas.

Atas dasar itu, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Karawang, dan kalangan swasta menyerbu daerah tersebut untuk melaksanakan vaksinasi.

“Daerah 3T ini tentunya sulit dijangkau dari berbagai fasilitas, oleh karenanya kami TNI Polri dengan berbagai pihak, menurunkan puluhan personil untuk menyerbu warga untuk memberikan vaksinasi, agar mempercepat pembentukan Herd Immunity,” kata Elkines saat diwawancarai di Pesisir Karawang, Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Minggu (8/8/2021) siang.

Lanjutnya, bukan hanya di pesisir, namun berbagai daerah 3T di Karawang.

Selain di Sedari, program vaksinasi dilakukan juga di Desa Segaran Kecamatan Pakisjaya dan Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru yang berada di wilayah pegunungan.

Sementara itu, untuk ketersediaan vaksinasi, Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo mengatakan ada 1.500 dosis yang disediakan bagi warga di daerah 3T.

“Kami menyediakan 1.500 dosis untuk daerah 3T di Karawang,” terangnya.

Dikatakan Dandim, program serbuan vaksin daerah 3T ini juga didukung oleh beberapa korporasi di Karawang.

“Serbuan vaksin di daerah 3T ini juga dibantu oleh APINDO, dan Toyota,” ungkapnya.

Untuk lokasi vaksinasi saat ini, menuju ke sebuah dusun tidak semudah yang dikira, diakui Medi, di Dusun Tanjungsari, Desa Sedari, para petugas vaksinator harus menggunakan kendaraan roda dua, untuk mengangkut semua fasilitas vaksinasi, dan menempuh jarak kurang lebih 2 kilometer, dengan melalui jalur jalan di bibir pantai.

“Lokasinya itu benar-benar terisolir, tidak mudah menuju ke lokasi, kalau kita tidak mahir mengendarai kendaraan roda dua, dan tidak bisa roda empat, karena kita harus memakai bibir pantai, jadi jalur tempuh berjarak kurang lebih 2 kilometer,” katanya.

Bila terjadi pasang, dikatakannya, ke lokasi harus menggunakan perahu.

“Kita sebelumnya sudah memperhitungkan, biasanya kalau pasang itu, warga menggunakan perahu untuk menuju ke pusat pemerintahan desa,” tuturnya.

Namun, hal itu tidak menjadi kendala, dikarenakan target vaksinasi ini, menjadi upaya untuk melawan Covid-19.

“Hal ini dilakukan guna mewujudkan Herd Immunity atau membentuk kekuatan kelompok pada masa pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement