Connect with us

Regional

Jumlah Korban Meninggal Akibat Wabah Difteri di Garut Bertambah Jadi 8 Orang

Published

on

INFOKA.ID – Jumlah korban meninggal dunia di Garut akibat virus difteri kembali bertambah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Maskut Farid mengatakan jumlah warga yang meninggal akibat difteri menjadi 8 orang.

“Betul (bertambah), iya (jadi 8),” kata Maskut, Senin (27/2/2023).

Ia mengatakan pasien berinisial L, warga Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, kondisinya itu telah mengalami kontak erat dengan pasien meninggal.

“Pasien yang meninggal sebelumnya, terlibat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif deferi hingga berangkutan mengalami gejala demam, sakit tenggorokan, batuk dan sesak. Akan tetapi, selama 7 hari kemudian terkena jantung karena memang penyakit difteri membawa bakteri yang mengeluarkan racun bisa menyerang ke bagian jantung,” katanya.

Dengan bertambahnya seorang warga yang meninggal tersebut, saat ini total ada 8 orang warga yang diduga meninggal akibat penyakit difteri.

Maskut menambahkan, status KLB sendiri hingga saat ini masih diberlakukan oleh pihaknya.

Dinas Kesehatan sendiri akan terus bergerak melakukan pemantauan di lokasi wabah untuk melakukan pengobatan.

“Ada yang tertular, kemudian kita obati dan sembuh. Itu positif difteri. Ini yang terlibat kontak dengan pasien yang meninggal,” pungkas Maskut.

Sebelumnya, wabah difteri menjangkiti warga di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, terdapat 73 orang warga yang diduga difteri hingga Minggu (19/2/2023), dengan mayoritas penderita adalah anak-anak. (*)

Sumber: Berbagai sumber

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement