Nasional
Jokowi Sebut Pemerintah Sebetulnya Tidak Suka Impor Beras
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Prseiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pemerintah sebetulnya tidak suka impor beras. Menurut dia, rencana impor beras beberapa waktu yang lalu itu didasarkan pada itung-itungan kalkulasi karena banyak yang kena banjir dan terjadinya pandemi sehingga dinilai perlu tambahan untuk cadangan.
“Tapi kemarin sudah kita putuskan sampai Juni tidak ada impor. Insya Allah nanti juga sampai akhir tahun, kalau produksinya bagus, berarti juga tidak akan impor,” ujar Jokowi saat menyaksikan panen di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (21/4).
Jokowi menegaskan, pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi padi hingga tercapai swasembada. Impor beras pun tidak akan dilakukan jika produksi padi petani bagus dan bisa memenuhi kebutuhan.
Dalam kesempatan itu, Jokowi mellihat hasil panen bagus, yang mencapai tujuh sampai delapan ton per hektare. Harga gabah di tingkat petani, yang sebelumnya Rp 3.400 -Rp 3.500 per kilogram (kg), kini sudah naik menjadi Rp 4.200 per kg.
Tak hanya itu, Jokowi juga menerima keluhan dari petani mengenai pupuk subsidi yang masih sulit dicari. Sedangkan pupuk nonsubsidi, meski banyak tersedia, namun harganya mahal hingga Rp 600 ribu per kuintal.
Di hadapan Jokowi, petani menyatakan siap membeli pupuk non subsidi meski harganya mahal asalkan harga padinya naik. Untuk saat ini, harga padi yang hanya Rp 420 ribu per kuintal dinilai tidak bisa mengimbangi harga pupuk yang sampai Rp 600 ribu per kuintal.
“Ini urusan pupuk nanti saya bicarakan dengan Pak Mentan di dalam rapat di istana, solusinya seperti apa,” kata Jokowi.
Selain itu, sejumlah petani lainnya juga mengeluhkan sulitnya mencari tenaga kerja saat panen sehingga mereka meminta untuk diberikan mesin combine. Adapula petani yang meminta bantuan traktor dan mesin pompa.
“Tadi sudah saya iya-kan,” cetus mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Jokowi menambahkan, pemerintah ingin terus membangun pertanian yang semakin baik produksinya sehingga menjadi ketahanan pangan bagi Indonesia. Dia juga menyatakan ingin mencapai swasembada pangan. (*)


You may like

Kantor Hukum Eko Juniarto Didatangi Mahasiswa UIN Siber Cirebon

Pertamina EP Jatibarang Field Capai Liquid Onstream Perdana dari SP ABG Stage 1

Lapas Karawang Berkontribusi Pada Ketahanan Pangan Melalui Panen Raya Padi dan Penyebaran Bibit Nila

Presiden Jokowi Berkantor Selama 40 Hari di IKN hingga 19 Oktober

Harga Obat di Indonesia Mahal 400%, Ini Arahan Jokowi ke Kepala BPOM

Jokowi Akan Reshuffle Kabinet Hari Ini
Pos-pos Terbaru
- Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Imigrasi Karawang Gelar Layanan Paspor Simpatik
- Satreskrim Polres Karawang Tangani Dugaan Penipuan Lowongan Kerja
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Karawang Siap Pasok Hasil Panen untuk Makan Bergizi Gratis
- Bapenda Karawang Permudah Pembayaran PBB-P2 Secara Digitalisasi
- Ketua DPRD Karawang Dorong Percepatan Perbaikan Infrastruktur Jalan






