Connect with us

Nasional

Jokowi Perintahkan PSSI Hentikan Sementara BRI Liga 1, Minta Kapolri Investigasi dan Usut Tuntas

Published

on

INFOKA.ID – Presiden Joko Widodo meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghentikan kompetisi BRI Liga 1 buntut tragedi memilukan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Pertandingan Arema FC vs Persebaya dalam lanjutan pekan ke-11 BRI Liga 1 berakhir ricuh hingga menimbulkan ratusan nyawa melayang.

Jokowi berharap tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi tragedi yang terakhir dalam dunia sepak bola tanah air.

“Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini, dan saya berharap ini adalah tragedi sepak bola di Tanah Air, jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang,” kata Jokowi dalam keterangan pers, Minggu (2/10/2022).

Merespons tragedi Kanjuruhan, Jokowi menginstruksikan PSSI untuk menghentikan sementara kompetisi BRI Liga 1 2022-2023.

“Saya memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,” ujarnya.

Kepala Negara juga berpesan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Pesan itu adalah agar mengevaluasi secara menyeluruh terkait pertandingan sepak bola di Tanah Air dan prosedur dalam pengamanan penyelenggaraannya.

“Khusus, kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini,” kata Jokowi menegaskan.

Selain itu, Presiden pun telah menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memonitor korban yang saat ini masih menjalani perawatan medis.

“Saya minta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus pelayanan medis bagi korban di rumah sakit agar mendapatkan perawatan terbaik,” ujar Jokowi.

Jokowi berpesan dengan adanya tragedi ini, hal-hal seperti sportivitas, rasa kemanusiaan, dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus tetap dijaga bersama. (*)