Connect with us

Regional

IPM Kabupaten Bekasi Naik Jadi Tertinggi di Jabar

Published

on

INFOKA.ID – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pemerintah Kabupaten Bekasi menjadi yang tertinggi di antara kabupaten di Jawa Barat. Tercatat, IPM Kabupaten Bekasi 2022 tembus hingga 75,22.

Peningkatan ini bahkan menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Peningkatan IPM menandakan angka kesejahteraan masyarakat meningkat serta program yang digulirkan pemerintah daerah tepat sasaran.

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan menyatakan, peningkatan IPM merupakan hasil kerja keras semua pihak. Dukungan yang dilakukan masyarakat selama ini mampu meningkatkan semangat kerja jajarannya.

“Tentu ini sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Namun tentu saja bukan pencapaian yang dirayakan secara berlebihan karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan ke depan,” katanya, Sabtu (1/4/2023).

Seperti diketahui, IPM merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM dapat menentukan level pembanguna suatu wilayah. IPM dibentuk dalam tiga dimensi dasar yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.

Lebih dari itu, IPM pun kerap dijadikan data strategis untuk mengukur kinerja pemerintah yang nantinya berujung pada penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IPM 2022 mengalami kenaikan 0,8 poin dari tahun 2021 lalu yang berada pada angka 74,45 poin. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dibandingkan beberapa tahun yang lalu, di mana kenaikan tertinggi hanya mencapai 0,4.

Pada 2019 lalu, IPM Kabupaten Bekasi berada di poin 73,99, kemudian 74,07 pada 2020 dan 74,45 pada 2021. Dibandingkan dengan semua daerah, poin tersebut masih tertinggal, terutama jika dibandingkan dengan kota. Namun, di jajaran kabupaten, IPM Kabupaten Bekasi menjadi yang tertinggi di Jabar.

Program pemberdayaan masyarakat, perbaikan infrastruktur secara masif hingga keseriusan memberantas stunting dinilai menjadi beberapa faktor yang menunjang kenaikan IPM.

Sementara itu, di sektor infrastruktur pendidikan, Pemkab Bekasi telah membangun lebih dari 95 ruang kelas baru di tingkat SD dan SMP.

Lebih dari itu, 352 ruang kelas rusak pun telah direhab. Sedangkan pada fasilitas kesehatan, tiga puskesmas baru telah dibangun dan 19 puskesmas lainnya direnovasi.

Pembangunan pun menyasar pada kebutuhan dasar masyarakat dengan merenovasi 2.500 rumah tidak layak huni milik warga.

Kemudian membangun 1.434 unit toilet di rumah warga dalam program sistem pengolahan air limbah domestik setempat. Program ini bertujuan untuk memberantas perilaku buang air besar sembarangan. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement