Regional
Hasil Tes Kesehatan dan Tes Urine Warga Mulyajaya Karawang Tidak Terbukti Kecanduan OKT
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Kasus ratusan warga desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya yang diisukan kecanduan tramadol dan hexymer terklarifikasi tidak betul adanya.
Peneluran terbaru ini dilakukan oleh sebuah tim yang dibentuk Kapolres Karawang berisikan jajaran kepolisian, Kepala Desa Mulyajaya, Camat Kutawaluya dan Dinas Kesehatan sebagai tenaga medis yang memeriksa para warga.
“Kami dan tim akan sampaikan update penangan isu adanya 1 kampung kecanduan obat terlarang dan sebelumnya pada bulan Maret kami sudah berhasil menangkap 2 tersangka pengedar OKT dan mengamankan 3.650 butir obat. Dari situ kami mendapatkan laporan, sebetulnya sudah tidak ada peredaran lagi di desa ini,” ujar AKBP Wirdantho Hadicaksono, Kapolres Karawang pada Senin, (14/8/2023) di Kantor desa Mulyajaya.
Kapolres mengatakan, laporan Kades Mulyajaya sebelumnya bukan termasuk data terupdate, melainkan data yang diperoleh sebelum terjadinya tindakan penegakan hukum oleh Polres Karawang di bulan Maret 2023.
“Kami bersama-sama sudah melakukan konfirmasi pemeriksaan ke lapangan terkait apakah pernyataan (laporan sebelumnya) valid adanya. Hasilnya akan disampaikan pihak Dinkes,” katanya.
Sub Koordinator Kefarmasian Dinkes Karawang, Eka Muthia memaparkan, pihaknya melakukan pemanggilan sekaligus pemeriksaan kepada 114 warga terdata.
Pemanggilannya dibagi menjadi 2 sesi dan telah dilaksanakan pada Sabtu (12/8/2023) dan Senin, (14/8/2023).
“Data awal yang kami terima 114 orang daftar yang mengkonsumsi, di hari Sabtu dari 29 orang terpanggil yang menyatakan pernah konsumsi cuman 10 orang. Lalu hari ini, pemanggilan kembali kepada 24 orang, yang mengaku konsumsi 8 orang. 53 orang yang terpanggil, selebihnya gak ada yang mengaku konsumsi,” paparnya.
Dalam hal ini, pihaknya melakukan pengecekkan kesehatan berupa tes urin jenis rapid dan hasilnya mereka (para warga) dinyatakan tidak ditemukan tanda atau gejala kecanduan.
Ia juga menerangkan, selama pemanggilan dan pemeriksaan tidak ada warga terdata yang kategorinya anak-anak atau bahkan lansia diatas 60 tahun.
“Mereka semua negatif, sampai saat ini kami telah mendata ulang. Dari list 114 ternyata tidak ada anak-anak dan lansia. Paling muda 16 tahun, paling tuanya 30tahunan,” terang Eka.
Karena para warga dinyatakan baik-baik saja dan jarak konsumsinya telah berlalu lama sekali. Ia meyakini bahwa desa Mulyajaya tidak terdapat warga yang kecanduan oleh tramadol maupun hexymer.
“Mereka konsumsinya kan udah lama, terus gak ada indikasi adiktif sama sekali. Jadi negatif memang tidak ada yang kecanduan, karena tramadol itu efeknya hari itu juga, dan sekarang warga sudah lewat berbulan-bulan baik-baik saja,” tutupnya. (red)

You may like

Pemuda Pancasila Siap Dukung & Sukseskan Musda Partai Golkar

Bukan dari PHE ONWJ, Hasil Labfor Ungkap Ceceran Minyak di Pesisir Karawang Tak Identik

Pemkab Karawang Luncurkan Program Serap Naker Warga Desil 1 – 3

Paska Pelantikan, Pisah Sambut Kepala KUA Telagasari Berlangsung Khidmat

Skandal Tunjuk Rekanan Proyek Drainase Rp400 Juta DPUPR Karawang Dibongkar LBH CAKRA

Ramah Disabilitas dan Bebas Calo, Job Fair Online Karawang 2026 Buka Lowongan Khusus di 7 Perusahaan
Pos-pos Terbaru
- Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat
- Pemuda Pancasila Siap Dukung & Sukseskan Musda Partai Golkar
- Bukan dari PHE ONWJ, Hasil Labfor Ungkap Ceceran Minyak di Pesisir Karawang Tak Identik
- Pemkab Karawang Luncurkan Program Serap Naker Warga Desil 1 – 3
- Paska Pelantikan, Pisah Sambut Kepala KUA Telagasari Berlangsung Khidmat







