Connect with us

Nasional

Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Minta Pemda Segera Belanjakan APBD 2021

Published

on

INFOKA.ID – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah (Pemda) mengakselerasi belanja daerahnya. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta belanja lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tak ditahan hingga akhir tahun.

Hal itu untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, terutama sektor produktif dan penanganan pandemi Covid-19.

“Belanja pemerintah ini, karena merupakan belanja utama maka jangan ditahan, harus direalisasikan, dibelanjakan,” jelas Mendagri seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Rabu (16/6/2021).

Menurutnya, APBD harus dibelanjakan sesegera mungkin untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Terlebih, uang yang beredar di masyarakat merupakan hasil belanja sektor produktif dan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19.

Lewat dana yang diturunkan pemerintah melalui program kegiatan, diharapkan dapat memicu peredaran uang di masyarakat yang berimplikasi pada peningkatan daya beli dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga membeberkan realisasi belanja kabupaten/kota yang dinilainya masih rendah.

Data per 11 Juni 2021, realisasi belanja provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia baru mencapai 24,41%, dengan perincian realisasi APBD provinsi sebesar 26,85% dan realisasi APBD kabupaten/kota sebesar 23,22%.

Menurutnya, idealnya, pada pertengahan tahun, realisasi belanja daerah sudah mencapai minimal 40%-50%. Pemerintah telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 sebesar 5%.

Meski pada kuartal pertama terkontraksi sebesar 0,74%, namun sesuai dengan target pemerintah, pertumbuhan ekonomi akan naik di kuartal kedua dengan target pertumbuhan sebesar 7%.

Menurut Mendagri, target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai apabila pemerintah pusat dan daerah bekerjasama dalam melakukan realisasi belanja agar pandemi COVID-19 dapat terselesaikan, dan ekonomi kembali bangkit. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement