Regional
Dongkrak Hasil Produksi Petani, Pemkab Karawang Dorong Swasembada Sayuran
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang mendorong petani agar bisa swasembada. Untuk mewujudkan itu, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Karawang menyusun program kerjasama dengan beberapa pihak yang diantaranya yakni Taiwan Technical Mission (TTM) untuk mendongkrak hasil produksi petani binaan difasilitasi oleh Kementerian Pertanian RI.
“Selama ini untuk memenuhi kebutuhan sayur Karawang dipasok oleh daerah lain. Pemda tengah berupaya agar Karawang bisa swasembada sayuran,” ucap Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana usai meresmikan Green House dan Packing House, Rabu (25/5/2022).
Bupati menambahkan, diresmikannya Green House dan Packing House di lahan 500 meter persegi dan Gudang 200 meter persegi dengan total lahan seluas 2 hektar ini, ditaksir dengan nilai investasi USD 310.000 dan 2 Smart Greenhouse Project Holtikultura Karawang seluas 1.200 meter persegi dengan total investasi USD 320.000.
“Dua infrastruktur ini dibuat guna mendukung pengemasan hasil produksi serta pengembangannya. Hingga saat ini, total ada 50 petani binaan yang mengelola 30 hektare luas lahan sayur unggulan seperti Aspargus, Edamame, Sawi Putih dan Pare Varietas Taiwan,” tuturnya.
Menurut Cellica, kerjasama program TTM ini diproyeksikan bisa menambah pendapatan para petani sebesar 24 persen. Dengan luas lahan garapan 30 hektare diproyeksikan bisa panen hingga 450 ton sayuran.
Tak hanya teknis penanaman, lanjut Bupati, para petani binaan pun diberi kemampuan untuk meningkatkan pemasaran hasil produksi. TTM ikut membuka saluran penjualan dengan total 50 ton per tahun.
“Petani juga dilatih untuk mengelola dan mengembangkan arus kas modal sebesar USD 15 ribu,” katanya.
Kedepan, kata Cellica, pihaknya sedang merumuskan agar petani bisa meningkatkan pendapatan hingga 24 persen. Dengan cara membantu petani padi binaan untuk ikut menanam sayuran dan mendongkrak produksi hingga 260 ton per tahun.
Dikatakannya, 50 petani binaan di 10 kecamatan pun akan dilatih kemampuan pemasarannya. Sehingga pihaknya bisa membuat kerjasama dengan 27 pasar yang stabil menampung hasil produksi mereka. Termasuk 21 pasar grosir tradisional, 5 supermarket kelas atas, dan 1 perusahaan catering.
“Adapun Pilot Project di Karawang Timur dan Barat membina pendirian 2 koperasi dengan total penjualan USD 30 ribu. Tentu saja, pelatihan-pelatihan untuk petani binaan akan terus kami berikan agar kemampuan mereka semakin baik dan berkembang. Semoga keinginan Karawang bisa swasembada bisa terwujud,” ungkapnya. (*)


You may like

AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu

Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama

Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi

Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara

Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika

Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari
Pos-pos Terbaru
- GEGAP GEMPITA! KORMI Palembang “Guncang” Launching Car Free Night ATMO, Aksi Engrang dan Sorak Memukau Ribuan Warga
- AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu
- Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama
- Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
- Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara






