Regional
Demi Pejabat Kesayangan Manuver Penguasa Karawang Rela Termehek-mehek, Korban Pastikan Tak Ada Kata ‘Damai’
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Perkembangan kasus kekerasan Oknum ASN terhadap Wartawan memasuki babak baru, setelah beredar video konfirmasi dari Junot sapaan akrab Gusti Sevta Gumilar, salah satu korban yang diduga digiring ke Novotel Hotel Karawang beberapa waktu lalu.
Di Hotel Berbintang 4 itu, Junot mengaku sempat ditawari “Uang Damai” seperti dalam video yang viral di media sosial (medsos). Demikian ungkap Junot dalam konferensi pers yang dilakukan di Polres Karawang, Senin (26/9/2022).
Junot menuturkan, saat dirinya hendak menyerahkan Barang Bukti (BB) berupa pakaian yang ia kenakan pada saat terjadi penganiayaan, namun ia bertemu dengan mantan rekan satu profesi yang juga sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Bahkan orang yang awalnya disangka baik itu bersedia menawarkan diri untuk mengantar Junot ke Polres Karawang.
“Kemudian malah mengajak saya ke sebuah kantor Pemasaran (Perumahan.Red) di daerah Majalaya. Tidak, ke Polres Karawang,” ujarnya, Senin (26/09/2022).
“Saya disana by phone (komunikasi.Red) oleh salah seorang yang mengaku sebagai utusan Penguasa, yang menawari uang senilai Rp 50 juta, yang mengatakan uang ini adalah uang pribadi Penguasa tersebut. Namun saya tolak,” imbuhnya.
Junot menambahkan, kemudian oleh rekan yang disangka baik-baik itu, ia dibawa ke Novotel Hotel, disiapkan check-in kamar hotel untuk 2 hari, di lantai 9 kamar 915. Ketika di Novotel, Junot mengaku masih melakukan Video Call (komunikasi.Red) dengan utusan Penguasa Karawang tersebut.
Tidak lama kemudian selang satu jam setengah Video Call, utusan Penguasa Karawang tersebut datang secara langsung untuk memastikan apakah Junot bersedia atau tidak untuk “damai”.
“Karena saya mengetahui betul pakaian yang saya lihat di vicall (video Call.Red) tersebut ketika Vicall ini, Penguasa Karawang memohon kepada saya sambil nangis-nangis kepada saya, dengan bahasa ‘orangnya dia’ atau oknum penjabatnya dia (oknum pejabat.Red) ini banyak ditunggangi kepentingan politik,” paparnya.
“Disitu saya menjawab, mohon maaf bahwa perlakuan dari pejabat itu sudah menyakiti saya, orang tua saya dan teman-teman saya. Dan saya katakan, saya ingin tetap on the track,” tegasnya.
Masih Junot menambahkan, Penguasa Karawang itupun terus berusaha membujuk sembari tetap termehek-mehek dalam Video Call, kemudian Penguasa tersebut kembali menjawab untuk meminta maaf.
“Hampura Kang Junot, kamu juga sering mengkritisi saya. Aku minta maaf sama kamu, sama Ibu kamu, Nenek kamu. Dan soal Fery (Pimpinan Junot.Red) juga soal pengacara urusan saya. Penguasa tersebut juga mengatakan bahwa itu nanti adalah urusannya,” pungkas Junot sembari menirukan bahasa Penguasa Karawang.
Sampai berita ini muncul, Polres Karawang belum juga menetapkan tersangka dalam kasus tindak kekerasan terhadap wartawan. Disamping itu, para terduga pelaku yang merupakan Oknum ASN, belum juga dinonaktifkan dari jabatannya.
Sementara, Junot yang merupakan salah satu dari dua korban kekerasan berharap, agar pihak-pihak yang berpihak kepada terlapor, untuk menghentikan segala “manuver damai”. (*)


You may like

Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang

Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita

DPUPR Karawang Tindaklanjuti Usulan Pemdes Rengasdengklok Utara Atasi Banjir

Hadirkan SIPAKAR, Layanan Bapenda Karawang Kini Makin Mudah dan Terintegrasi

Polres Karawang Masifkan Pemberantasan Obat Keras, Puluhan Ribu Butir OKT Disita

Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Aliran Kali Kalapa Telukjambe Timur
Pos-pos Terbaru
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern
- Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang
- Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita
- DPUPR Karawang Tindaklanjuti Usulan Pemdes Rengasdengklok Utara Atasi Banjir
- Menteri PKP dan Pimpinan Daerah Tinjau Proyek HWB Purwakarta: Terobosan Hunian Layak bagi MBR






