Connect with us

Regional

BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Relawan Untuk Penanganan Cepat di wilayah Rawan Bencana

Published

on

INFOKA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur telah menyiagakan 1.800 Relawan Tangguh Bencana (Retana) di seluruh wilayah rawan bencana banjir dan longsor sebagai upaya penanganan cepat ketika terjadi bencana.

“Sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah bencana di Jawa Barat, sehingga perlu kesiapsiagaan semua kalangan termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana termasuk yang tinggal di bantaran sungai yang rawan banjir,” kata Kepala BPBD Cianjur Asep Sukma Wijaya, Minggu (7/1/2024).

Dia menambahkan, selain menempatkan ribuan relawan, pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait di provinsi dan pusat guna melakukan penanganan cepat ketika terjadi longsor menutup landasan jalan dengan menempatkan alat berat di wilayah selatan.

“Kami sudah meminta pihak terkait di Pemkab Cianjur, Provinsi Jabar dan Kementerian PUPR untuk menyiagakan alat berat selama musim hujan dan cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi hingga April, terutama di wilayah selatan,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya menangani bencana alam yang melanda sejumlah kecamatan di Cianjur seperti banjir di Kecamatan Ciranjang, Haurwangi dan Bojongpicung, longsor di Kecamatan Campakamulya, Sukanagara dan Naringgul akibat hujan deras dalam satu pekan terakhir.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sekitar 54 kepala keluarga mengungsi karena rumahnya terendam banjir setinggi 1 meter di tiga kecamatan, tidak hanya merendam perkampungan, banjir juga merendam puluhan hektar persawahan yang baru ditanam.

“Termasuk kejadian longsor tidak ada korban jiwa, hanya empat rumah yang terdata rusak berat, sedangkan puluhan lainnya terancam di Kecamatan Campakamulya, sedangkan longsor lainnya menutup landasan jalan dan sudah tuntas ditangani,” katanya.

Pihaknya mengimbau seluruh warga di wilayah rawan bencana di Cianjur, mulai utara hingga selatan untuk tetap waspada dan segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana terutama warga yang tinggal di bantaran sungai dan tebing rawan longsor.

“Kami sudah berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan untuk mengimbau warga terkait kesiapsiagaan bencana, terutama saat hujan turun deras dengan intensitas tinggi lebih dari dua jam untuk segera mengungsi guna menghindari hal tidak diinginkan,” katanya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement