Nasional
Banyak Guru Terjerat Pinjol, Kemendikbudristek Tingkatkan Literasi Keuangan
Published
2 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus melakukan peningkatan literasi keuangan para guru di seluruh Indonesia. Sehingga, para guru dapat terhindar dari pinjaman online (pinjol) yang juga menjerat kalangan pendidik.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani mengatakan, akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan dan dinas pendidikan terkait. Ini sebagai upaya peningkatan literasi keuangan para guru di seluruh Indonesia.
“Supaya lebih banyak guru yang teredukasi mengenai perencanaan dan literasi keuangan agar terhindar dari pinjol, terlebih pinjol ilegal,” ucap Nunuk Suryani dalam keterangannya dikutip Rabu (15/5/2024).
Pada akhir April 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat guru merupakan kelompok profesi terbesar yang terjerat pinjol. “Tentu ini menjadi perhatian dari Direktorat Jenderal GTK,” ucap Nunuk.
Selain itu, lanjut Nunuk, Kemendikbudristek juga berkomitmen mendorong optimalisasi pembukaan formasi Guru ASN PPPK 2024. Hal ini menjadi salah satu upaya agar guru tidak terjerat pinjol.
“Ditjen GTK bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), terus mendorong dan mengadvokasi Pemda. Utamanya, untuk segera memaksimalkan rekrutmen guru ASN PPPK di daerahnya masing-masing pada tahun ini demi mengentaskan status guru honorer,” katanya.
Saat ini tercatat sebanyak 774.999 guru-guru honorer telah lulus menjadi guru ASN PPPK. Kemudian, sebanyak 241.853 formasi ASN PPPK 2024 diajukan pemerintah daerah (Pemda) per 31 Januari 2024.
Selain itu, Ditjen GTK juga menyiapkan sistem uji kompetensi untuk kenaikan jabatan bagi guru yang berkinerja baik. Ini juga sebagai upaya peningkatan kesejahteraan guru yang sudah berstatus sebagai ASN,
“Kami juga melakukan akselerasi dan transformasi pada Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan untuk mendorong sertifikasi profesi. Sehingga berdampak pada kesejahteraan guru,” ujarnya.(*)

You may like

Kemendikbudristek Bakal Hapus Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA di Kurikulum Merdeka

Kasus Perceraian di Karawang Cukup tinggi, Gegara Pinjol hingga Judi Online

Data PDNS 2 Terserang Ransomware, Pencairan KIP Kuliah Terpaksa Dilakukan Manual

Kemendikbudristek Tetapkan 40.541 Formasi CPNS dan PPPK 2024

Kemendikbudristek Hapus Pramuka dari Daftar Ekskul Wajib di Sekolah

Kemendikbudristek Resmi Terapkan Kurikulum Merdeka Secara Nasional
Pos-pos Terbaru
- Karawang Terapkan Sistem Digital dalam Rotasi Kepala Sekolah, Berbasis Manajemen Talenta
- Rotasi 561 Kepala Sekolah di Karawang, Bupati Aep Syaepuloh: Jabatan Bukan Hak, Tapi Amanah!
- Club Volleyball T.B Wallet Merah Siap Berlaga Di Ajang Open Tournamen 2026 Fathir Cup
- Polres Karawang Tangkap Ayah Tiri Pelaku Kekerasan terhadap Anak di Bawah Umur
- Muspika Kecamatan Pedes Karawang Gelar Minggon Rutin, Bahas Kebersihan Sampah







