Nasional
Banjir Jayapura, 1.000 Orang Mengungsi
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua mencatat, ada setidaknya 1.000 warga mengungsi akibat banjir di Kota Jayapura, Papua.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi BPBD Papua Jonathan Koirewoa menerangkan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Papua, BPBD Kota Jayapura, Basarnas, TNI-Polri berupaya mengevakuasi dan memberikan penanganan darurat di lokasi.
“Sedikitnya 1.000 warga mengungsi akibat kejadian ini,” kata Jonathan Koirewoa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/1/2021).
Untuk sementara, posko penanganan darurat didirikan di BPBD Kota Jayapura. Selain itu, tim juga telah membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak maupun mereka yang mengungsi.
Adapun, kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik, peralatan dan personel.
“Kondisi banjir yang masih menggenangi Pasar Youtefa dengan tinggi muka air berkisar 3 meter dan beberapa titik longsor menjadi kendala tersendiri dalam melakukan penanganan darurat,” ujarnya.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, per Sabtu pagi (8/1/2021), listrik yang sebelumnya padam kini sudah menyala kembali. Selain itu, berdasarkan pemantauan visual di lapangan, beberapa titik banjir sudah mulai berangsur surut.
“Namun demikian, ketinggian muka air masih berkisar antara 50-200 cm,” ujar Jonathan.
Sebelumnya, Jayapura terendam banjir akibat hujan deras yang turun sejak Kamis (6/1). Akibat banjir ini, setidaknya tujuh korban meninggal dunia.
Banjir menyebabkan pemukiman warga, sejumlah fasilitas umum, Rumah Sakit Marthen Indey, dan kompleks Kantor Gubernur Dok II Jayapura tergenang. Tinggi muka air sekitar 150 sampai 200 cm.
BPBD Kota Jayapura sudah menerima informasi mengenai kejadian tanah longsor di Distrik Jayapura Utara namun belum bisa melakukan pendataan karena personel BPBD masih fokus mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Distrik Abepura.
Selain di Kota Jayapura, banjir juga melanda Kabupaten Jayapura. BPBD Kabupaten Jayapura melaporkan, 59 unit rumah warga terendam akibat banjir. Kejadian ini terjadi setelah hujan deras mengguyur dan mengakibatkan meluapnya Kali Menanti dan Kali Makanway pada Jumat (7/1) pukul 01.00 WIT.
Selain merendam rumah, banjir juga merendam satu unit gereja dan Stadion Lukas Enembe. Kejadian ini juga mengakibatkan longsor di beberapa titik yang berakibat badan jalan tertimbun material longsoran.
Lokasi terdampak meliputi Kampung Nolokla, Kampung Asei Kecil, Kampung Nendali yang terletak di Distrik Sentani Timur, Kelurahan Dobonsolo, Kampung Yahim, Perum Gajahmada, dan Kelurahan Hineklmbe di Distrik Sentani. Terdapat 38 kepala keluarga terdampak, di antaranya sebanyak 21 kepala keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Kondisi terkini, banjir sudah mulai berangsur surut. BPBD Kabupaten Jayapura segera melakukan kaji cepat dan koordinasi salah satunya, melakukan pembersihan material longsor yang dilakukan oleh Balai Besar Jalan, Dinas Lingkungan Hidup, unsur TNI-Polri dan masyarakat. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com


You may like

Warga Karangligar Karawang Jalani Puasa di Tengah Banjir

BNPB Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Kabupaten Cirebon

Banjir Cirebon Makin Meluas, Ribuan Rumah Terendam dan Dua Orang Meninggal Dunia

Warga Keluhkan Genangan Air di Tengah Jalan Depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok

Puluhan Rumah Warga di 2 Kecamatan di Kabupaten Cirebon Terendam Banjir

2.000 KK Terdampak Akibat Banjir Dayeuhkolot Bandung
Pos-pos Terbaru
- Unsika perkuat sarana dan prasarana sebagai fasilitas pendukung kegiatan Tridharma perguruan tinggi dengan membangun gedung Dome di kampus 2
- HUT ke-51, Pupuk Kujang Gelar Wayang Golek 3 Dalang Asli Cikampek
- Diberondong 4 Peluru di Sela Sengketa Lahan, Begini Detik-detik Mencekam Penangkapan Pelaku di Riau!
- Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Karawang Edukasi Siswa SD Lewat ‘Edu Trip’ di LASKAR Farm
- Polres Karawang Raih Juara II Lomba Manajemen Media Ketahanan Pangan Polda Jabar, Kapolres Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda Jabar






