Regional
Walikota Palembang Diminta Konsisten dengan Kebijakan Mobilitas dan Pencegahan Penyebaran Covid-19
Published
6 tahun agoon
By
Redaksi
PALEMBANG – Politisi muda yang juga Bendahara DPP PKPI Sumatera Selatan, Abdullah meminta Walikota Palembang Harnojoyo berlaku adil serta konsisten dengan kebijakan terkait pengendalian mobilitas warga untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Di satu sisi, pemerintah Kota Palembang lagi siru sirunya mengeluarkan larangan shalat Idul Fitri di masjid. Namun di sisi lain Mall-mall tetap dibuka. Kebijakan ini dinilai membingungkan.
“Kalau sholat Idul Fitri di Masjid dilarang karena berkerumun, maka lihat Mall-mall yang membeludak banyak orang menjelang Idul Fitri ini juga harus dilarang, alias ditutup tidak dibolehkan buka. Larangan itu harus adil dan konsisten, tidak diberlakukan bagi hanya untuk orang beribadah saja,” kata Dolla sapaan akrab Abdullah, Selasa, (04/05/21).
Abdullah memahami kekesalan ummat Islam terhadap ketidakadilan dan tindakan tendensius terhadap mereka terkait kebijakan pemerintah mengatatasi Covid-19. Terakhir, ketidakadilan dan tindakan tendensiun adalah pelarangan Sholat Idul Fitri di Masjid.
Ia mengatakan, masyarakat saat ini masih bertanya-tanya mengapa Sholat Idul Fitri di Masjid dilarang tetapi Mall diizinkan buka, meski tetap ada pembatasan.
“Mall dan tempat tongkrongan bahkan live musik buka sampai di atas jam 10 malam, baru tahun ini buka seperti ini, tahun-tahun sebelumnya tidak buka. Tapi sholat Idul Fitri yang paling lama.2 jam di Masjid di larang. Saya gak habis pikir,” ujarnya.
Karena itu, lanjut politisi PKPI Sumsel ini meminta pemerintah mengkaji kembali larangan tersebut, ini kebijakan pemerintah berlaku adil dan tidak terkesan merugikan ummat Islam di Palembang dan Provinsi Sumsel.
“Tidak boleh ada kebijakan yang membingungkan masyarakat. Kalau mau tegas, maka tegas lah sekalian, jangan tebang pilih begini,” ucapnya.
“Jangan sampai masyarakat yang sudah berkorban tidak mudik, sudah mengikuti aturan, justru kecewa dilarang ibadah Sholat Idul Fitri di Masjid, tapi Mall dan pasar tetap ramai tak dilarang,” sambung Dolla.
Sebelumnya Wali Kota Palembang Harnojoyo seusai mengikuti arahan secara virtual dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (3/5/2021), mengatakan, setelah mengikuti arahan dari sejumlah kementerian, Pemerintah Kota Palembang memutuskan untuk membatasi sejumlah kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Salah satunya larangan mudik, hingga larangan shalat Idul Fitri di masjid. (sya)
You may like

PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!

Kekerasan Terhadap Pers Kembali Terjadi, AJI Palembang Tuntut Pengusutan Tuntas Kasus Penganiayaan Jurnalis

Ketum IKA-MUBA Apriyadi Mahmud Rancang Program Permodalan UMKM Bareng OJK

Gubernur Sumsel Kukuhkan Pengurus IKA Muba 2026–2030, Apriyadi: IKA Muba Adalah Umah Kita Bersama

H-Beberapa Hari Jelang Pelantikan, Panitia IKA Muba Pastikan Seluruh Agenda Siap Dieksekusi

Bukan Sekadar Seremonial, Gebyar Merdeka 2026 Sulap Ikon Palembang Jadi Panggung Seni Akbar
Pos-pos Terbaru
- Bupati : CSR Perusahaan Karawang Capai Rp 58 Miliar
- Karawang Raih CNN Indonesia Award 2026
- Tiga Pelajar Terluka dalam Insiden di Jembatan Layang Cikampek, Polsek Cikampek Lakukan Penyelidikan
- Cemburu Buta, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar hingga Tewas di Kontrakan
- Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa







