Connect with us

Regional

5.287 Hektare Sawah di Cirebon Terancam Puso Karena Terendam Banjir

Published

on

INFOKA.ID – Sebanyak tujuh kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon dilaporkan terdampak bencana banjir. Banjir akibat luapan aliran sungai di wilayah Kabupaten Cirebon itu justru tidak hanya menggenangi permukiman warga namun juga ikut merendam areal sawah.

Tercatat 5.287 hektare area sawah di Kabupaten Cirebon turut terendam. Bahkan kini ribuan hektare sawah itu terancam mengalami puso atau gagal panen.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, banjir ini terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur, Minggu (17/1/2021).

Selanjutnya, BPBD Kabupaten Cirebon juga sempat menginformasikan ketinggian air yang menerjang wilayahnya itu berkisar antara setengah meter hingga satu meter.

“Yang terendam banjir sampai saat ini mencapai 5.287 hektare areal sawah,” kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Wasman, dikutip dari Antaranews.com, Selasa (19/1/2021).

Lebih lanjut, Wasman mengatakan jika dalam tujuh hari air masih menggenangi area sawah tersebut, maka dipastikan tanaman padi yang baru ditanam kurang lebih satu bulan itu akan mati atau puso.

“Kalau genangan air lebih dari 7 hari akan terjadi puso atau replanting,” katanya menambahkan.

Menurut Wasman, areal sawah yang terendam banjir tersebut terletak di 11 Kecamatan dan terluas yaitu tanaman padi yang berada di Kecamatan Kapetakan dengan luas 1.467 hektare.

Sampai saat ini, lanjut Wasman, pihaknya masih mengamati kondisi di lapangan untuk mengetahui seberapa parah tanaman padi terendam banjir.

“Memang rata-rata baru satu hari dan kami berharap bisa segera surut agar bisa terselamatkan,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon itu.

Sementara dari tanggal 1 Januari sampai 15 Januari 2021 Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mendata terdapat 833 hektare tanaman padi yang harus dilakukan penanaman ulang.

Hal itu, lanjut Wasman, lantaran terendam banjir dan mengalami puso (gagal panen).

“Yang puso sudah 833 hektare tanaman padi selama Januari 2021,” kata Wasman menandaskan. (*)

Sumber: Antaranews.com

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement