Nasional
32 Persen Warga Indonesia Belum Divaksin Dosis Kedua
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
Sebanyak 9 persen dari total 208 juta target sasaran vaksinasi Covid-19 merupakan masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Sementara itu, 32 persen di antaranya belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (24/2/2022).
“Dan kita juga melihat ada gap (ketimpangan) yang besar pada dosis pertama dan dosis kedua kedua dan kita mengidentifikasi ada 20,8 juta orang sasaran sudah terlewat dari jadwal vaksinasi dosis keduanya,” kata Nadia seperti dilansir dari Kompas.com.
Nadia mengatakan, dari 20,8 juta sasaran tersebut, beberapa di antaranya belum disuntik vaksin dosis kedua lebih dari 6 bulan dan sebagiannya belum disuntik vaksin dosis kedua dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan.
Ia meminta masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua lebih dari 6 bulan untuk mengulang vaksinasi Covid-19 dari awal yaitu dosis pertama dan dosis kedua.
“Yang kurang dari 6 bulan bisa meneruskan dengan vaksinasi dosis keduanya. Dan yang berbeda untuk pengulangan vaksinasi dosis pertama maupun juga untuk vaksinasi dosis kedua, kita tidak menggunakan skema vaksin yang sama. Artinya, bisa menggunakan jenis vaksin yang berbeda,” ujarnya.
Ia mencontohkan, jika sebelumnya individu disuntik vaksin dosis pertama dengan Sinovac, maka untuk pengulangan vaksinasi dapat menggunakan jenis vaksin lainnya seperti Astrazeneca, Pfizer, dan Moderna tergantung ketersedian stok vaksin di masing-masing daerah.
“Untuk Sinovac tidak dijadikan sebagai dosis pertama maupun dosis lengkap karena untuk vaksin Sinovac yang ada saat ini kita fokuskan atau prioritaskan untuk anak-anak usia 6 sampai 11 tahun,” ucapnya.
Lebih lanjut, Nadia menambahkan, hingga saat ini tercatat lebih dari 8 juta orang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster.
“Untuk paduannya bahwa vaksinasi Sinovac itu bisa menggunakan AstraZeneca dan Pfizer. Sementara untuk AstraZeneca sendiri bisa menggunakan Pfizer, Moderna dan AstraZeneca itu sendiri,” pungkasnya. (*)
Sumber: Kompas.com

You may like

Kemenkes Siapkan Rp 30 Triliun untuk Pengadaan Alkes di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu

Kemenkes: Kasus Dengue Meningkat Dua Kali Lipat

Kemenkes Catat 94 Petugas Pemilu 2024 Meninggal Dunia, 13.675 Dirawat

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi
Pos-pos Terbaru
- Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika
- Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari
- Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern







