Connect with us

Ragam

Vlogger Karawang Ini Suka Review Makanan ‘Jadul’, Berawal dari Suka Kulineran dan Jalan-jalan

Published

on

KARAWANG – Khamaludin Ardhiansyah, vlogger asal Karawang memiliki tema berbeda dari konten yang biasanya. Dalam konten vloggernya tersebut suka mereview makanan ‘jadul’.

Ia mengatakan berawal dari hobinya jalan-jalan dan kuliner, kemudian menggugah video akun media sosialnya. Hal itu dilakukan sejak tahun 2018.

“Awalnya kontennya jalan-jalan kadang makanan, tapi enam bulan itu mulai khusus isinya makanan,” kata Ardy saat ditemui pada Rabu (21/6/2023).

Dirinya berfokus pada makanan khas daerah, unik hingga makanan jadul yang sudah mulai jarang ditemui.

Ia mengatakan berkeliling ke sejumlah daerah di Karawang, bahkan sampai ke daerah Jakarta, Bekasi, Cianjur, Sukabumi hingga Bogor untuk mencicipi makanan.

Seperti menemukan penjual makanan lumpia basah yang dimasak masih pakai kayu bakar, tutut bakar, dan goreng belut.

Di tempat tinggalnya Rengasdengklok juga ada makanan pahe-pahe, sate ayam jeroan ukuran besar harga seribu, dengkul ayam hingga es kulkul.

“Saya juga engga nyangka ketemu itu makanan jadul-jadul. Kadang ketemu pas saya lagi jalan-jalan saja karena suka traveling kemana-kemana,” jelas dia.

Atas ulasan makanan unik, khas dan jadul itu ia enggak menyak banyak yang suka. Konten yang diuploadnya banyak yang menenton.

Pria kelahiran Rengasdengklok karawang 12 september 1992 ini, Hingga sampai saat ini mempunyai followers instgram yang diberi nama @perutcacing_ sebanyak 75,9 ribu, subscriber Youtube 1,05 ribu dan Tiktok 123,2 ribu follower.

Bahkan, penghasilannya setiap bulannya mencapai Rp 4-5 juta. Tak, hanya itu mulai banyak restoran maupun tempat makan meminta endorse dan mereview makananya.

“Kalau dari media atau medsos pendapatan Rp 4-5 juta. Kalau sama endorse ya sudah lumayan,” ucapnya.

Ia menambahkan, siap mengulas dan mempromosikan gratis melalui media sosial instagramnya untuk para pelaku UMKM maupun para pedagang kecil. Hal itu bertujuan mendukung para pelaku UMKM, khususnya yang baru merintis usahanya.

“Saya juga berkomitmen membantu pedagang kecil untuk dibuatkan konten. Diharapkan dapat membantu mereka agar lebih banyak pembelinya. Juga akan terus mencari dan mengulas makanan jadul yang sudah jarang ditemui,” pungkasnya. (red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement