Regional
Uang Kordinasi! SPN dan Kurator Diduga Potong Gaji Karyawan PT SJ Mode
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
SUBANG – Selama 3 tahun menanti gaji, akhirnya ratusan karyawan PT SJ Mode bisa menerima hak-nya. Tetapi sangat disayangkan, pihak Kurator (Pengurus/Pengawas Institusi) dan Serikat Pekerja Nasional (SPN) diduga melakukan pemotongan gaji karyawan sebesar Rp 150 ribu dengan alasan untuk kordinasi lingkungan.
Sebanyak 739 karyawan menerima gaji tetapi dipotong, dengan rincian potongan untuk SPN Rp 100 ribu, sedangkan untuk Lingkungan Rp 50 ribu. Seperti hasil pantauan awak media saat berada di lokasi perusahaan, Dusun Kedung Jaya, RT 03 RW 01, Desa Batangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, Rabu (22/6/2022).
Bahkan, salah satu karyawan berinisial IA mengungkapkan, jika gajinya hanya dibayarkan setengahnya, itupun masih kena potong untuk SPN dan Lingkungan dengan potongan total Rp 150 ribu.
“Ngapain harus ngasih lagi ke pihak Kurator yang sudah memotong 5 persen dari hasil penjualan Rp 30 milyar. Masa karyawan harus ngasih lagi Rp 50 ribu,” jelasnya.
Lain halnya dengan mantan karyawan bagian staff HRD berinisial RN yang mengeluhkan kinerja SPN dan pihak Kurator. Sebab ia tak diberi pembayaran gaji lantaran diketahui tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Meski akhirnya dibayarkan sebesar Rp 1,2 juta, tetap dilakukan pemotongan hingga total Rp 150 ribu, dengan dalih untuk SPN, koordinasi lingkungan dan aparat setempat.
“Hampir dari 75 persen yang tergabung dalam SPSI dicoret namanya, mereka (Karyawan.Red) tidak mendapatkan gaji dengan alasan mengundurkan diri, tapi ketika dipinta bukti pengunduran diri, mereka (SPN dan Kurator.Red) tidak bisa menunjukan,” tandasnya.
Sementara, Kapolsek Pamanukan, Undang Sudrajat mengatakan, bahwa pihaknya tidak menerima nformasi dan tembusan masuk sebelumnya. Sehingga pada saat itu juga, ia langsung memerintahkan anggotanya turun kelokasi kegiatan pembagian gaji tersebut.
“Ketika dikonfirmasi pihak kami, diwakili oleh Panit 1 Reskrim, ternyata Mereka (pihak perusahaan.Red) belum mengantongi ijin dari Pemdes, Disnaker, Koramil maupun dari Pihak kepolisian,” pungkasnya. (cho)


You may like

Warga Diimbau Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Jasa Pengiriman

Musyawarah Daerah FK-PKBM Kabupaten Subang Sukses Digelar, Neneng Tuti Sutimah,S.Pd Terpilih Kembali Jadi Ketua

Usai Pelantikan Pengurus AMKI Jawa Barat, Catur Azi Berpesan Media Wajib Menjadi Mitra Strategis Pemerintah

Pengurus AMKI Jawa Barat Resmi Dilantik, Pesan Ketum AMKI Pusat Ajak Media Perkuat Integritas dan Kolaborasi

Pertamina EP Subang Field Nyalakan Harapan Pendidikan Lingkungan Lewat Program PELITA

Polres Subang Ungkap Jaringan Sediaan Farmasi Ilegal, 6 Tersangka Ditangkap
Pos-pos Terbaru
- May Day 2026: Polres Karawang Pastikan Keberangkatan Buruh ke Monas dan DPR Berjalan Aman
- Diduga Terkena Benang, Warga Ciampel Meninggal di Atas Motor
- Gandeng Kemendagri, FISIP Unsika Gelar SemNas Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
- Syiar, DPRD NasDem Karawang Dorong DKM dan Muadzin Masjid Dapat Honor Daerah Tahunan
- Wujud Solidaritas, Band Hard Rock Metal Karawang, NOEND Bakal Gebrak Panggung May Day di Depan Gedung DPR RI






