Regional
Terpapar Covid-19, Warga Satu Kampung di Bungbulang Garut di Lockdown
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Satu kampung yang ada di wilayah Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat di lockdown. Hal ini dilakukan menyusul warga di kampung tersebut banyak yang terpapar Covid-19.
“Benar, ada satu kampung di wilayah Bungbulang yang kita berlakukan lockdown karena warganya banyak yang terpapar Covid-19,” ujar Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Jumat (21/5/2021).
Dikatakannya, warga kampung tersebut saat ini pun diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 lebih parah.
Helmi menyebutkan, pada awalnya, berdasarkan hasil tes yang dilakukan petugas, di perkampungan tersebut diketahui ada 24 warganya yang dinyatakan positif Covid-19.
Namun hari ini, setelah dilakukan tes lagi, ternyata jumlahnya bertambah menjadi 37 orang.
“Dari 37 kasus yang ditemukan di kampung tersebut, 35 di antaranya telah menjalani proses isolasi di rumah masing-masing. Sementara 2 kasus lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Garut karena mengalami gejala berat,” katanya.
Disampaikannya, warga tak mau mereka menjalani isolasi terpusat dan lebih memilih isolasi mandiri di rumah masing-masing. Akibatnya, terpaksa petugas yang mengalah standby di lokasi.
Helmi menuturkan saat ini Pemkab Garut sedang melakukan penelusuran untuk dapat mengetahui asal usul virus yang menjangkiti warga di kampung itu. Namun dugaan sementara, penyebaran virus Corona di kampung itu merupakan transmisi lokal.
“Asal usul virusnya belum bisa kita pastikan karena ada beberapa kecurigaan. Namun dugaan kuat, terjadi kontak lokal warga setempat dan ini yang telah menyebabkan terjadinya penyebaran Covid-19 atau penyebarannya dari transmisi lokal, bukan dari luar,” ucap Helmi.
Guna mencegah terjadinya penyebaran lebih parah, kata Helmi, saat ini perkampungan masyarakat tersebut ditutup dan tidak bisa diakses warga dari luar. Begitu pun warga setempat, tak ada yang boleh keluar atau bepergian ke manapun.
Ditandaskan Helmi, Pemkab Garut pun saat ini tengah mengupayakan pemberian jatah hidup bagi warga tersebut. Jadup rencananya akan diberikan selama lockdown diberlakukan sebagai jaminan bagi warga agar bisa tetap memenuhi kebutuhannya terutama untuk makan. (*)


You may like

Musyawarah Daerah DPD FK-PKBM Kabupaten Garut Berjalan Lancar dan Tertib

Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan, Bupati Garut Resmikan Bantuan Cold Storage dari PLN UID Jabar Untuk Bumdes Motekar

Dispertan Garut Bangun Rumah Burung Hantu Untuk Kendalikan Serangan Hama Tikus di Sawah

Lima Orang Jamaah Haji Asal Garut Wafat di Tanah Suci

Geger Kasus Mutilasi dalam Karung di Garut, Pelaku Diduga ODGJ

Polisi Tangkap Pria di Garut yang Konsumsi dan Jual Ganja Hasil Tanam Sendiri
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern






