Nasional
Tangani Gempa Jatim, BNPB Kucurkan Dana Rp1 Miliar
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengucurkan dana siap pakai sebesar Rp1 miliar untuk penanganan dampak bencana gempa bumi yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur.
Dilansir dari CNNIndonesia.com, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo mengatakan bahwa dana yang disiapkan tersebut, akan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Nantinya, dana itu akan disalurkan ke masing-masing daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
“Kami akan menyalurkan dana siap pakai untuk membantu dapur lapangan sebesar Rp1 miliar. Akan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD,” kata Doni di Ampelgading, Kabupaten Malang, dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (11/4).
Doni menambahkan pihaknya tidak hanya menyiapkan bantuan dana sebesar Rp1 miliar, tetapi BNPB juga telah menyiapkan langkah lain mengenai rumah warga yang rusak sedang dan ringan. Pembangunan bisa dilakukan secara swakelola, dengan pendanaan yang diajukan ke BNPB.
“Itu bisa dibangun secara swakelola. Sebelum diusulkan, pemerintah daerah harus mencantumkan daftar nama di desa atau kelurahan,” kata Doni
Jumlah bantuan untuk pembenahan rumah yang terdampak gempa Malang tersebut berbeda-beda, tergantung tingkat kerusakan. Untuk rumah yang rusak berat, pemerintah pusat menyiapkan dana stimulan Rp50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan sebesar Rp10 juta.
Doni menambahkan untuk rumah yang mengalami rusak berat, juga akan mendapatkan bantuan tenaga dari unsur TNI/Polri, serta Kementerian PUPR, untuk melakukan pembangunan. Ia mengharapkan, perbaikan rumah dengan kerusakan sedang dan ringan bisa dilakukan secepat mungkin.
Dalam kesempatan itu, Doni mengingatkan bahwa pantai selatan Jawa termasuk salah satu wilayah yang berisiko tinggi terkena gempa. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap tenang.
Program pelatihan terkait langkah antisipasi bencana yang telah dilakukan oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota yang dibantu BMKG, BNPB serta Basarnas didukung TNI dan Polri harus lebih sering dilakukan.
“Bukan untuk membuat warga panik, tetapi ini bagian dari kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita,” ujar Doni.
Doni berharap warga yang tinggal di kawasan rawan bencana, harus mendapatkan pelatihan dan edukasi agar bisa mempersiapkan diri pada saat terjadi bencana.
“Kewaspadaan, kesiapsiagaan masyarakat harus dibangun dari masyarakat sendiri. Kepemimpinan kepala desa, ketua RT, RW ini penting, sehingga bisa mengajak masyarakat lebih siap menghadapi risiko yang terjadi,” kata Doni.
Pada kesempatan itu, Doni melakukan pemantauan di salah satu wilayah yang terdampak cukup parah di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Doni didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Malang M Sanusi. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com


You may like

Doa Mohon Perlindungan dari Bencana Gempa Bumi

BNPB: 67 Orang Meninggal Akibat Banjir Lahar Dingin

Gempa 6,5 M Guncang Timur Laut Garut, 11 Daerah di Jabar Terdampak

BNPB Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Kabupaten Cirebon

BNPB Siapkan Bantuan untuk Rumah Warga yang Terdampak Pergerakan Tanah di Bandung Barat

BNPB Tinjau Lokasi Banjir di Karawang, Salurkan DSP untuk Percepatan Penanganan Darurat Banjir
Pos-pos Terbaru
- Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Imigrasi Karawang Gelar Layanan Paspor Simpatik
- Satreskrim Polres Karawang Tangani Dugaan Penipuan Lowongan Kerja
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Karawang Siap Pasok Hasil Panen untuk Makan Bergizi Gratis
- Bapenda Karawang Permudah Pembayaran PBB-P2 Secara Digitalisasi
- Ketua DPRD Karawang Dorong Percepatan Perbaikan Infrastruktur Jalan






