Connect with us

Regional

Sandiaga Uno Anugerahkan Desa Wisata Terbaik untuk Situs Gunung Padang Cianjur

Published

on

INFOKA.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan Anugerah Desa Wisata Terbaik untuk Situs Meghalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Cianjur, Jawa Barat. Penganugerahan ini guna pemulihan perekonomian melalui sektor pariwisata.

“Saya berharap pemberian anugerah ini dapat menjadikan sektor pariwisata lebih maju guna membangkitkan kembali perekonomian yang sempat terpuruk selama pandemi,” katanya usai memberikan anugerah tersebut secara langsung di Situs Meghalitikum Gunung Padang, Cianjur, Kamis (22/9/2022).

Prasasti anugerah 50 besar desa wisata Indonesia ditandatangani langsung oleh Sandiaga dan disaksikan sejumlah tamu undangan termasuk dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cianjur.

Sandiaga juga akan melakukan pendampingan berupa bantuan permodalan pembiayaan sampai pemasaran produk-produk setempat sehingga angka kunjungan ke Situs Gunung Padang bisa meningkat serta perekonomian masyarakat kembali meningkat.

“Tujuan pendampingan untuk memulihkan dan meningkatkan kembali sektor pariwisata agar menjadi sektor yang dapat mendongkrak perekonomian. Setelah pandemi landai angka kunjungan wisatawan di seluruh Indonesia naik 30 persen dan ini menjadi tonggak kebangkitan,” paparnya.

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022, merupakan salah satu program pengembangan kepariwisataan Indonesia yang sedang digalakkan oleh Kemenparekraf.

Program tersebut diharapkan mampu mewujudkan visi Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Salah satu desa wisata terbaik, yakni Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, yang memiliki Situs Megalitikum Gunung Padang, sebagai salah satu tempat wisata terbaik. Mengingat di desa tersebut, terdapat banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Salah satunya situs tersebut yang merupakan salah satu cagar budaya nasional berupa bangunan punden berundak berukuran paling besar dan tertua se-Asia Tenggara.

Kemenparekraf mendorong agar pariwisata Gunung Padang berbasis Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan) dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) atau CHES, sehingga terbentuk pariwisata berkualitas yang berkelanjutan.

Kepala Disprabud Cianjur, Pratama Nugraha, mengatakan akan lebih meningkatkan koordinasi dengan Pemprov Jabar dan Kemanparekraf, guna lebih meningkatkan angka kunjungan ke Situs Meghalit Gunung Padang sebagai obyek wisata kunjungan utama wisatawan lokal dan mancanegara.

“Setelah mendapat anugerah ini, kami pemerintah daerah akan terus meningkatkan angka kunjungan dengan membangun sarana dan prasarana penunjang, sehingga posisi Situs Meghalit Gunung Padang dapat masuk di posisi 10 besar sebagai obyek wisata andalan di Indonesia,” katanya. (*)

Sumber: Antara

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Clement Beatley

    23 September 2022 at 16:49

    Today, I went to the beachfront with my kids. I found a sea shell and gave it to my 4 year old daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She put the shell to her ear and screamed. There was a hermit crab inside and it pinched her ear. She never wants to go back! LoL I know this is completely off topic but I had to tell someone!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement