Connect with us

Regional

Ratusan Sekolah Rusak di Cianjur Diperbaiki Gunakan APBD 2024

Published

on

INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Cianjur memperbaiki ratusan bangunan sekolah rusak akibat gempa Cianjur dari dana APBD 2024 secara bertahap.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur Akib Ibrahim menyatakan banyak sekolah di Cianjur yang rusak parah, sehingga peserta didik masih harus belajar di tenda-tenda.

“Sekolah di Cianjur yang rusak parah 82 sekolah SMP, 22 diantaranya ditangani Pemerintah Pusat, sedangkan 229 sekolah SD yang rusak 136 ditangani Pemerintah Pusat, sedangkan tingkat PAUD dan TK, terdapat 250 sekolah yang terdampak, dan hanya 50 yang ditangani Pusat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, Akib Ibrahim, Rabu (19/7/2023), dilansir dari Antara.

Ia mengatakan progres penanganan bencana hampir selesai, sehingga sekolah yang ditangani Pusat sudah dapat digunakan dan yang lainnya tinggal menunggu penuntasan pembangunan, termasuk sarana dan prasarana penunjang yang sudah tersedia seperti meja dan kursi.

“Dampak dari bencana gempa kemarin membuat banyak sekolah di cianjur rusak, menjadikan banyak peserta didik masih bersekolah di tenda,” ujarnya.

Akib mengatakan, proses pembangunan kembali sekolah yang rusak akibat gempa oleh Kementerian PUPR, melalui sejumlah persyaratan tertentu, selanjutnya semua permohonan penanganan bencana diajukan melalui BNPB ditindaklanjuti Kementerian PUPR melakukan analisis dan verifikasi.

“Hasil analisis dari pusat yang menentukan sekolah mana yang masuk dalam skala prioritas, sedangkan yang tidak, akan menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah untuk membangun kembali sekolah yang rusak akibat gempa,” katanya.

Untuk pembangunan kembali sekolah yang rusak dan tidak mendapat bantuan pusat, kata dia, akan dibiayai dari APBD Cianjur 2024 secara bertahap dan sebagian akan diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendiknas).

“Kemungkinan yang dapat dibiayai tidak terlalu banyak berkisar antara 30 sampai 50 sekolah, sedangkan sisanya akan diajukan ke Kemendiknas dengan harapan dapat dikabulkan,” katanya. (*)

Sumber: Antara

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement