Regional
Puluhan Rumah di Palabuhanratu Terancam Akibat Bronjong Penahan Ombak Rusak
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Puluhan rumah Bronjong di Kampung Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat terancam gelombang tinggi air laut di Teluk Palabuhanratu. Hal itu disebabkan penahan ombak sepanjang kurang lebih 1000 meter hancur dihantam ombak.
“Ada sekitar 20 rumah rumah yang saat ini hanya tinggal berjarak 7 sampai 8 meter ke bibir pantai akibat tergerus ombak. Di RT 01, kemudian di RT 04 ada dua rumah yang bisa dikatakan sudah hampir berdekatan dengan air,” kata ketua RW 21 Ujang Sudira dikutip dari Detikcom, Selasa (16/2/2020).
“Dulu ini pernah terjadi seperti ini, akhirnya kalau tidak salah pada bulan 9 tahun 2020 ada pembangunan penahan ombak dari bronjong, panjang 1.000 meter bantuan dari Indonesia Power, Alhamdulillah dikerjakan dengan baik dan ada buktinya ini,” jelas Ujang.
Bronjong yang hancur dikatakan Ujang merupakan pemberian dari PT Indonesia Power (IP) PLTU Palabuhanratu yang dibangun oleh warga. Bantuan itu diberikan pada bulan September 2020 silam. Warga mendapat bantuan bronjong sepanjang 1.000 meter.
Baca juga: Polisi: Guru Ngaji Cianjur Cabuli 5 Muridnya, Pernah Lakukan Threesome
Ujang juga menegaskan, kerusakan kali ini disebabkan oleh alam. Kekuatan ombak yang datang menghancurkan bronjong yamg sudah terpasang tersebut.
“Namun, namanya juga alam saya tidak bisa menyalahkan kepada pihak manapun, setelah adanya bronjong datang ombaknya lebih besar, bisa dibilang kekuatan bronjong misalkan 70 persen, kekuatan air 100 persen kencangnya, ya jelas rusak lagi,” sambung Ujang.
Untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah, warga kemudian melakukan koordinasi untuk meminta penambahan pembangunan bronjong kepada PT Indonesia Power (IP) dan instansi terkait di pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Baca juga: Kadisdik Jabar: 28.000 Guru dan Tenaga Pendidikan di Jabar Bakal Divaksin Covid-19
Untuk itu mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan, warga kembali meminta pemerintah Kabupaten, Provinsi ataupun pusat untuk lebih memperhatikan dan memberikan solusi agar warga pesisir tidak khawatir.
“Kami memohon kepada pemerintahan supaya secepat ini dibangun lagi, atau mencari solusi yang terbaik buat kenyamanan masyarakat.Kekhawatiran saya, ini kan abrasi terus menerus sudah hampir ke rumah. Ini dari pemerintah Kabupaten, Provinsi ataupun Pusat ini harus secepatnya sebelum hilangnya nyawa manusia,” ujar Ujang. (*)
Sumber: Detikcom


You may like

Warga Desa Terharu, PLN Hadir Membantu Pasca Banjir Bandang di Kabupaten Sukabumi

PLN All Out Pulihkan Kelistrikan di Jampang Kulon Meski Akses Jalan Terputus

Kisah Pejuang Listrik yang Tetap Bertugas Meski Rumahnya Tertimbun Longsor

326 Petugas PLN UID Jabar “All Out” Pulihkan Kelistrikan di Sukabumi dan Cianjur

PLN UP3 Karawang Bantu Percepatan Pemulihan Kelistrikan Pasca Bencana di Sukabumi

Pelajar SMP di Sukabumi Tewas Dianiaya Dengan Senjata Tajam
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern






