Connect with us

Regional

Primaya Hospital Abaikan SOP Perawatan Jenazah Diduga Covid-19

Published

on

KARAWANG – Primaya Hospital diduga mengabaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perawatan Jenazah yang diduga memiliki indikasi terpapar Covid-19. Demikian ungkap salah seorang Praktisi Hukum asal Karawang, Simon Tambunan.

“Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana perlakuan pihak Primaya Hospital terhadap jenazah yang memiliki riwayat diduga terpapar Covid-19,” ujar Simon, kepada INFOKA, Senin (28/9) malam.

Simon menjelaskan, jenazah dengan inisial TS (42) merupakan warga yang berdomisili di luar Karawang, namun ia diketahui bekerja disebuah proyek yang ada di Kawasan KIIC. Alamarhum masuk Primaya Hospital pada Senin (28/9) siang, dengan salah satu gejala sesak nafas. “TS meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit,” terangnya.

Simon menambahkan, ketika pihak keluarga ingin membawa jenazah TS pulang, pihak Primaya Hospital tidak memperkenankan lantaran harus melunasi administrasi perawatan. “Tapi ketika keluarga telah lunasi administrasi, pihak Primaya Hospital tetap menahan jenazah TS karena dengan alasan hasil swab belum keluar. Pihak keluarga pun akhirnya harus menunggu hingga larut malam,” ungkapnya.

Masih Simon menambahkan, namun terdapat keganjilan saat menunggu keluar hasil tes swab tersebut. Pasalnya jenazah dibiarkan disentuh dan mirisnya jenazah TS ditempatkan di ruang terbuka. “Padahal, jika memang ada dugaan Positif Covid-19 maka tindakan Primaya Hospital ini sangat membahayakan orang disekitar jenazah karena berpeluang terjadi penularan Virus Corona,” paparnya.

Saat ditanya perihal tersebut, sambung Simon, pihak Primaya Hospital tidak dapat memberikan alasan dan anehnya justru membolehkan jenazah TS dibawa pulang oleh pihak keluarga tanpa SOP atau Protokol Kesehatan.

“Ini kan jelas bikin kami bingung. Kalau memang jenazah meninggal diduga karena Covid-19, maka pihak Primaya Hospital telah lalai tidak terapkan Protokol Kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut Simon mempertanyakan, mengapa pihak Primaya Hospital pada awalnya menahan jenazah TS dengan alasan hasil tes swab belum keluar.

“Jangan sampai perlakuan seperti ini terulang lagi di tempat lain, karena akan menjadi preseden buruk kedepannya. Karena bisa saja timbul opini jika pihak Primaya Hospital menahan jenazah dan menyatakan harus dilakukan Tes swab Covid-19 atas jenazah, bukan demi mencegah penyebaran Covid-19 namun ada motif lain, apalagi motif ekonomi. Saya minta Gugus Tugas Covid-19 untuk memeriksa dan menindak hal ini,” tandasnya.

Sementara, Humas Primaya Hospital, Riki, saat dimintai keterangan perihal itu tidak bisa memberikan jawaban secara detail dengan alasan ia sudah berada di rumah.

“Saya tidak tahu, sudah di rumah. Mungkin bisa langsung ke (tenaga) medis terkait,” pungkasnya. (cho)

Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Tak Terapkan SOP Perawatan Jenazah Diduga Covid-19, Gugus Tugas Harus Tegur Keras Primaya Hospital - Infoka

  2. gralion torile

    11 Agustus 2022 at 02:26

    I haven¦t checked in here for some time as I thought it was getting boring, but the last few posts are great quality so I guess I¦ll add you back to my daily bloglist. You deserve it my friend 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement