Nasional
Perpanjangan PPKM, Mendag Sebut Seluruh Pasar Rakyat di Jawa-Bali Boleh Buka
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, seluruh pasar rakyat di Jawa-Bali termasuk Jakarta boleh dibuka dengan ketentuan yang telah diatur pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Jadi kalau kita lihat, pasar yang menjual barang-barang kebutuhan pokok, seluruh pasar rakyat di Jakarta boleh dibuka sampai dengan jam delapan malam dengan kapasitas 50 persen,” kata Mendag Lutfi saat konferensi pers, seperti dikutip Antara, Senin (26/7/2021).
Mendag memaparkan pasar di Jawa Barat juga boleh buka hingga pukul 8 malam dengan kapasitas 50 persen. Tapi, khusus di Kota Bandung, jam operasionalnya adalah mulai Pukul 4 pagi hingga 10 pagi. Sedangkan di Bogor, pasar dibolehkan buka pukul 5 pagi hingga 4 sore.
Sementara di Jawa Tengah, pasar buka hingga pukul 8 malam dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Tetapi, khusus di Banyumas, pembukaan pasar dimulai pukul 5 pagi hingga jam 2 siang. Di Cilacap mulai pukul 5 pagi hingga 2 siang dan Surakarta mulai pukul 5 pagi hingga jam 5 sore. Lalu di Tegal, pasar diperbolehkan buka pukul 5 pagi hingga jam 1 siang.
Sementara di Jawa Timur, maksimal pasar buka hingga jam 8 malam dengan kapasitas 50 persen. Di malang jam operasional pasar dimulai pukul 6 pagi hingga 11 siang, dan di Probolinggo pasar buka pada pukul 5 pagi hingga 4 sore.
Sementara di Bali, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, pasar diperbolehkan buka hingga jam 8 malam dengan kapasitas pengunjung 50 persen.
“Toko kelontong, agen, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, cucian kendaraan, dan usaha kecil juga boleh buka sampe jam 9 malam,” ujar Mendag Lutfi.
Sementara untuk warung makan, juga diperbolehkan buka sampai jam 8 malam dengan maksimal kunjungan adalah 20 menit dan tidak boleh lebih dari tiga orang.
“Memang kita masih mengalami pembatasan, tapi kita harap ini dapat membantu daripada pergerakan ekonomi di pasar-pasar dan warung-warung di Jawa dan Bali,” ujar Mendag Lutfi.
Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Selama PPKM
Lutfi juga mengatakan bahwa stok dan harga bahan kebutuhan pokok relatif stabil selama PPKM.
“Kalau kita lihat semua harga barang baik, stoknya cukup. Beras cukup sampai 17,4 bulan, gula pasir cukup hampir tiga bulan. Minyak goreng hampir dua bulan, terigu juga dalam posisi yang baik dan cukup,” ujar Lutfi.
Mendag memaparkan menurut data terakhir yakni 23 Juli 2021 harga beras medium berada pada angka Rp10.300 per kilogram (kg), turun 1,9 persen dibandingkan periode yang sama bulan lalu yang harganya Rp10.500/kg.
Begitu juga dengan beras premium, di mana harganya Rp12.300/kg pada 23 Juli 2021, turun 0,81 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya yakni Rp12.400/kg.
Sementara itu tidak ada perubahan pada harga gula yakni Rp13.000 per kg pada 23 Juli 2021 dibandingkan bulan sebelumnya
“Kemudian kalau kita lihat di harga minyak goreng, baik curah maupun kemasan sederhana atau premium, seluruhnya masih dalam keadaan stabil yaitu di Rp13.400/liter. Kalau ada kenaikan, hanya sedikit di harga minyak goreng curah sebesar Rp100 rupiah atau setara 0,75 persen,” tutur Mendag Lutfi.
Untuk minyak goreng kemasan sederhana, terjadi kenaikan Rp100 pada 23 Juli 2021 menjadi Rp14.100/liter dibandingkan 23 Juni 2021.
Sedangkan, untuk harga harga daging sapi, per 23 Juli 2021 harganya Rp126.600/ kg, terjadi penurunanRp300 dibandingkan 16 Juli 2021 yang harganya Rp12.900/kg.
Namun, dibandingkan bulan sebelumnya, terjadi kenaikan harga daging sapi menjadi Rp126.600 dari sebelumnya Rp125.700/kg, turun Rp900.
Hal yang sama terlihat dari harga daging ayam ras yang angkanya menjadi Rp33.500/kg pada 16 Juli 2021. Kemudian, naik kembali menjadi Rp33.700/kg pada 23 Juli 2021. Namun harganya mengalami penurunan hampir 8 persen dari harga di bulan sebelumnya yakni Rp36.700/kg di bulan lalu.
Hal yang sama terjadi pada telur ayam ras yang harganya menjadi Rp26.200/kg pada 23 Juli 2021, menurun dari Rp25.700/kg pada 16 Juli 2021 dan Rp26.000/kg pada 23 Juni 2020.
“Harga bawang merah juga stabil. Kalau ada kenaikan juga sedikit yaitu menjadi Rp33.300 dari Rp32.100/kg. Hal ini disebabkan karena cuaca ekstrim di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan ini mendekati panen. Jadi, mestinya Agustus akan kembali normal,” ungkap Mendag.
Mendag menambahkan harga kedelai juga stabil yaitu Rp12.400/kg pada 23 Juli 2021 dari Rp12.500/kg pada 16 Juli 2021 dan Rp12.500/kg pada 23 Juli 2021.
Hal berbeda terjadi pada harga cabai yang mengalami kebaikan menjadi Rp38.500/kg pada 23 Juli 2021 dari Rp36.500/kg pada 16 Juli 2021 dan Rp31.700/kg pada 23 Juni 2021.
“Ini terjadi karena siklus musiman dan ini kita mendekati masa panen baru. Jadi mudah-mudahan Agustus akan lebih baik. Harga itu juga konsisten dengan harga cabai rawit merah, yaitu menjadi Rp71.000/kg pada 23 Juli 2021, naik 22,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang harganya Rp58.000/kg,” kata Mendag Lutfi. (*)
Sumber: Antara

You may like

Jelang Idul Fitri, Disdag Sumsel Sidak Sejumlah Swalayan di Palembang

Bazaar Minyak Murah di Karawang Timur Diserbu Masyarakat

Cek Stok Bahan Kebutuhan Pokok jelang Ramadhan, Bupati bersama Kapolres Sidak ke Pasar Johar

Jelang Natal dan Tahun Baru, Mendag Sebut Stok dan Harga Barang Kebutuhan Pokok Aman

Kemendag Targetkan Digitalisasi Sejuta UMKM dan Seribu Pasar Rakyat

PPKM Diperpanjang, Ini Aturan Terbarunya
Pos-pos Terbaru
- FH UNSIKA Raih Akreditasi Unggul dan Pengakuan Internasional ACQUIN
- Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar
- Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap dari Jejak Penjualan Motor Curian di Facebook
- Energi Kurban Pancarkan Takwa, PLN Hadirkan Terang untuk Sesama Lewat Light Up The Dream di Momen Idul Adha
- Siaga Idul Adha 1447 H, PLN UP3 Karawang Pastikan Keandalan Listrik untuk Kenyamanan Masyarakat







