Regional
Pemprov Jabar Target Tuntaskan Vaksinasi Covid-19 pada Desember 2021
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya mengejar herd immunity yang diharapkan tuntas pada Desember 2021 ini.
Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan target 32 juta masyarakat tervaksin mencakup pula warga disabilitas. Beberapa sentra vaksinasi dibuat lokasi khusus.
Di Kota Bandung, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Cicendo dipilih karena dianggap mudah dijangkau. Selain itu, pola yang digunakan adalah mendatangi rumah tempat warga disabilitas tinggal.
Vaksin untuk warga disabilitas menggunakan Sinopharm dari Raja Arab Saudi. Kuota itu berasal dari jatah jemaah haji yang tidak berangkat. Dengan demikian, Indonesia mendapat hibah yang penyalurannya diberikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.
“Jawa Barat mendapatkan 121 ribu dosis vaksin yang artinya untuk 61 ribu warga disabilitas. Sedangkan jumlah disabilitas di sekitar 30 ribu. Jumlah lebihnya digunakan untuk pendamping (warga disabilitas),” ucap dia seperti dilansir dari Merdeka.com, Sabtu (25/9/2021).
DeDi sisi lain, percepatan vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat sudah menyentuh 311 ribu dosis per hari. jika dirinci kembali, daerah yang paling tinggi realisasinya adalah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bogor, dan Kota Banjar dan kabupaten Sumedang.
“Memang capaian tertinggi di tanggal 28 Agustus mencapai 434 ribu,” katanya.
Menurutnya, kalau konsistensi tersebut bisa terjaga, maka akan ada lima kota kabupaten yang akan segera menuntaskan vaksinasi di tanggal 11 Desember 2021 ini.
Lima daerah itu, yakni kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bogor, dan Kota Banjar dan kabupaten Sumedang.
“Tapi ada tiga kabupaten yang kalau tidak ditingkatkan vaksinasinya maka akan selesai di tahun 2023. Di antaranya Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Ciamis,” katanya.
Upaya pemerataan kecepatan vaksinasi, pihaknya merumuskan untuk menemukan kesamaan petugas vaksiniator dan kesamaan perencanaan tiap bulan. Salah satu contohnya membebani bidan maupun perawat yang membuka praktik di luar jam kerja, atau jam 16.00 ke atas untuk turut menyuntikan vaksin kepada masyarakat Jabar.
“Jadi kalau dihitung ada 12.500 bidan praktik yang ada di seluruh Jabar, kalau kita bebani di sekitar 30 orang per hari yang mereka sanggupi, otomatis sudah menimbulkan peningkatan harian,” ucap pria yang menjabat Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar itu. (*)


You may like

Bey Machmudin Minta MPLS Siswa Baru Bersih dari Kekerasan

Pemprov Jabar Tindaklanjuti Temuan DAS Citarum yang Terkontaminasi Paracetamol dan Amoxcilin

Sekda Ajak MMS Berkolaborasi Atasi Berbagai Persoalan di Jabar

Pemprov Jabar Bakal Anulir Kelulusan Calon Peserta Didik yang Terbukti Curang di PPDB

Forkompimda Jawa Barat Komitmen Bersama untuk PPDB Jabar 2024 Bersih

Pemprov Jabar Siapkan Strategi Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting
Pos-pos Terbaru
- Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika
- Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari
- Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern






