Nasional
Pemerintah Tegaskan Belum Tetapkan Harga Vaksin Covid-19 yang Bakal Beredar
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Pemerintah menegaskan belum menetapkan patokan harga resmi vaksin virus corona (covid-19) yang bakal beredar di Indonesia. Pernyataan itu sekaligus meluruskan informasi yang beredar di lini masa bahwa sejumlah rumah sakit mulai membuka pendaftaran vaksin Covid-19 dengan patokan harga sekitar Rp450 ribu.
“Pemerintah belum menetapkan harga dari vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Informasi yang beredar saat ini tidak dapat dijadikan rujukan, dan kami imbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait vaksin dan vaksinasi Covid-19,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi melalui siaran pers, dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (13/12).
Nadia mengatakan, saat ini pemerintah masih terus fokus dan menunggu perkembangan dari salah satu kandidat vaksin asal China, Sinovac, yang tengah dalam tahap pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan lanjutan itu kemudian dijadikan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pertimbangan memberikan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat.
Selain itu, Nadia pun mengingatkan bahwa rencana kandidat vaksin yang bakal digunakan di tanah air adalah yang sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/ 9860/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.
Keputusan yang diteken Menkes Terawan Agus Putranto pada Kamis (3/12) lalu itu memaparkan enam diktum, salah satunya Kementerian kesehatan menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia. Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh Bio Farma, Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech.
“Kehadiran dan penggunaannya dalam program vaksinasi di Indonesia masih dinamis mengikuti proses pengadaan dan izin penggunaannya,” jelas Nadia.
Sebelumnya, beberapa Rumah Sakit mulai membuka pendaftaran vaksinasi covid-19, seperti Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (RS UII), Yogyakarta; dan Rumah Sakit Primaya, Tangerang, Banten.
Saat CNNIndonesia.com mengonfirmasi ke nomor call center pihak RS UII, petugas menyebut vaksin akan berkisar di harga Rp450 ribu per orang. Pasien pun bisa memilih setidaknya dua merek vaksin, yakni Sinovac dan Moderna.
Pasien yang mendaftarkan diri terlebih dahulu akan diprioritaskan ketika vaksinasi siap dilakukan. Vaksinasi dilakukan oleh dokter dan kesehatan pasien akan diperiksa terlebih dahulu.
Merespons hal itu, PT Bio Farma (Persero) menyatakan hingga saat belum melaksanakan sistem pelayanan pre order untuk vaksinasi Covid-19 jalur mandiri dalam bentuk apapun, baik untuk keperluan fasilitas kesehatan maupun untuk perorangan.
Hal ini dilakukan karena pemerintah masih menyelesaikan skema pelaksanaan vaksinasi Covid-19 baik untuk kebutuhan program bantuan pemerintah maupun kebutuhan mandiri. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com


You may like

Vaksin Booster Kedua Dimulai Hari Ini, Begini Syaratnya!

Kemenkes Siapkan 9,3 Juta Dosis Vaksin Booster Kedua Bagi Masyarakat Umum

Kasus Covid-19 Naik, Kemenkes Minta Masyarakat Segera Booster

Stok Vaksin Covid-19 di Karawang Kembali Tersedia

Capaian Vaksinasi di Jabar Tertinggi se-Indonesia, 83 juta Dosis Vaksin Sudah Diberikan ke Warga

Meski Kasus Covid-19 Landai, Masyarakat Diimbau Tetap Vaksinasi Booster
Pos-pos Terbaru
- Spirit Baru Pesantren, Pengurus FPP Karawang Resmi 2026 di Kukuhkan
- UNSIKA Karawang Luluskan 594 Wisudawan, Rektor Tekankan Pentingnya Solidaritas Sosial
- Awal Tahun 2026 Imigrasi Karawang Catatkan 4.106 Penerbitan Paspor, Mayoritas untuk Wisata dan Umrah
- Satlantas Polres Karawang Bongkar Kasus Narkoba Saat Razia Ops Keselamatan Lodaya, Sabu Puluhan Gram Berhasil Diamankan
- Bawaslu Karawang Kunjungi MPC Pemuda Pancasila, Perkuat Pengawasan Partisipatif




