Nasional
Pemerintah Perdalam Lagi Soal Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah kembali memperdalam soal rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“(Soal meneruskan subsidi BBM atau tidak) ini lagi diperdalam,” ujar Airlangga dilansir Kompas.com, Kamis (25/8/2022).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri ESDM Arifin Tasrif kembali mengikuti rapat dengan Presiden Joko Widodo pada Kamis (25/8/2022).
Selain memperdalam soal kebijakan harga BBM subsidi, Airlangga menyebutkan pemerintah juga sedang memperdalam bantuan sosial (bansos).
Bansos tersebut rencananya akan diberikan sebagai bantalan sosial untuk masyarakat yang terampak jika nantinya harga BBM bersubsidi naik.
“Bansos-nya diminta untuk diperdalam. Anggarannya dari mana, programnya seperti apa,” tambah Airlangga.
Sebelumnya, Airlangga mengatakan, rencana kenaikan harga BBM bersubsidi masih dievaluasi oleh pemerintah dalam satu hingga dua hari mendatang. Setelahnya, laporan hasil evaluasi akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.
“Terkait evaluasi (kenaikan BBM subsidi) masih sedang dilakukan dalam satu-dua hari ini. Minggu ini akan kita laporkan ke Bapak Presiden,” ujar Airlangga, Rabu (24/8/2022).
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah mengisyaratkan segera diumumkannya kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada pekan lalu.
Menurut Luhut, Presiden Joko Widodo kemungkinan akan mengumumkan kenaikan harga bahan BBM subsidi Pertalite dan Solar pada pekan ini.
Namun, Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah harus mengkalkulasi dan berhati-hati sebelum membuat keputusan soal harga tersebut. Pasalnya, kata Jokowi, kenaikan harga BBM nantinya akan berdampak langsung kepada masyarakat luas.
“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi semuanya harus diputuskan dengan hati-hati. Dikalkulasi dampaknya jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangga,” ujar Jokowi, Selasa (23/8/2022).
Jokowi melanjutkan, pemerintah juga harus menghitung dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi. Sebab dampak tersebut nantinya juga akan merembet kepada daya beli masyarakat.
“Harus dihitung juga menaikkan inflasi yang bisa menurunkan pertumbuhan ekonomi. Semuanya saya suruh menghitung betul hitung betul sebelum diputuskan,” tegasnya.
Namun, saat ditanya kembali apakah kenaikan BBM bersubsidi akan dipastikan terjadi pada waktu dekat, kepala negara tidak memberikan tanggapan. (*)
Sumber: Kompas.com


You may like

Luhut Sebut Penertiban BBM Subsidi Pakai AI Hemat APBN Rp 50 Triliun

Pertamina Patra Niaga Pastikan Keamanan Pasokan dan Penyaluran BBM, LPG, dan Avtur di Wilayah Regional Jawa Bagian Barat

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM

Dukung Operasional Polda Jabar, Pertamina Suplai BBM dan Pelumas

Perkuat Sinergi, Pertamina Pasok BBM dan Pelumas Polda Banten

Polisi Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi di Garut
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern






