Regional
Para Petani Merugi, Harga Cabai Merah di Majalengka Anjlok
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Petani cabai merah di Kecamatan Argapura Majalengka mengeluh karena harga cabe merah dan cabai rawit yang terus merosot yang menimbulkan kerugian besar.
Bahkan, sebagian para petani membiarkan cabai mengering di pohon tidak dipanen dengan alasan jika dipanen tingkat kerugian akan lebih besar.
Selain itu ada juga yang membakar tanaman dan buah cabai sebagai bentuk kekecewaan terhadap harga cabe yang membuat para petani ini merugi.
Dadi, salah satu petani cabai di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura mengatakan, harga jual cabe merah di tingkat petani kini hanya Rp5.500 hingga Rp6.000 per kg.
Kata Dadi jika ingin mendapat keuntungan dari hasil panen, harga cabai seharusnya dijual kisaran Rp 14 ribu.
Sementara biaya petik mencapai Rp50.000 setengah hari dan setiap pekerja hanya mampu memetik cabe dibawah 8 kg.
Para petani cabai di Desa Argalingga ini menduga rendahnya harga cabai disebabkan karena PPKM yang terus-menerus diperpanjang sehingga tidak ada masyarakat yang menggelar acara hajatan ditambah banyak rumah makan yang tutup.
“PPKM ini jelas berpengaruh, pertama hajatan dilarang, kedua rumah makan banyak yang tutup. Cabai ini kan larinya kesana, buat acara hajatan sama rumah makan. Jadi otomatis tidak ada yang beli,” jelas Tatang Tarsono petani cabai lainnya.
Selain cabai merah keriting, harga jual cabai lainnya seperti cabai merah besar dan cabai rawit merah juga ikut anjlok. Kata Tatang anjloknya harga cabai ini merupakan yang kedua kalinya semenjak masa pandemi Covid-19.
“Tapi tahun ini agak mending, tahun kemarin lebih parah harganya dari sekarang. Selama pandemi ini lahan yang ditanami cabai disini juga berkurang dari 100 hektare menjadi hanya 50 hektare sekarang,” tuturnya.
Dengan anjloknya harga cabai ini para petani mengaku kebingungan untuk menutupi kerugian. Namun ada juga beberapa petani yang kemudian memilih untuk beralih menanam tanaman lain.
“Bingung gimana lagi ini karena modal sudah habis. Petani banyak yang ga dipanen karena kalau dipanen kan pakai ongkos lagi buat bayar orang, jadi ya ada yang didiemin, ada yang dibakar juga untuk ditanami tanaman lain, jadi ada yang beralih juga,” tutup Tatang. (*)


You may like

Polisi Tangkap 2 Pemuda yang Bacok Warga di Majalengka, Amankan Dua Senjata Tajam

Kejati Jabar Tahan Kepala BKPSDM Majalengka Terkait Kasus Korupsi Pasar Cigasong

Kejati Jabar Tetapkan Pejabat di Majalengka Jadi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Pasar Sindang Kasih Cigasong

Dua Ruang Kelas SDN 2 Sidamukti Majalengka Ambruk, 3 Orang Terluka

Ridwan Kamil Mendorong Pengembangan Destinasi Eduwisata Agribisnis Berkelas Dunia di Kertajati

Satlantas Polres Majalengka Sita Puluhan Knalpot Bising Hasil Razia
Pos-pos Terbaru
- Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar
- Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap dari Jejak Penjualan Motor Curian di Facebook
- Energi Kurban Pancarkan Takwa, PLN Hadirkan Terang untuk Sesama Lewat Light Up The Dream di Momen Idul Adha
- Siaga Idul Adha 1447 H, PLN UP3 Karawang Pastikan Keandalan Listrik untuk Kenyamanan Masyarakat
- Bank BJB Karawang Berbagi Keberkahan Iduladha, Salurkan Sapi dan Domba untuk Masyarakat






