Regional
Para Pengusaha Purwakarta Akan Layangkan Protes Keras ke Tiga OPD yang Doyan Akomodir Pengusaha Luar
Published
2 tahun agoon
By
Redaksi
PURWAKARTA – Para pengusaha yang tergabung dalam lintas asosiasi di Kabupaten Purwakarta akan melayangkan surat ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait kebijakan masing-masing dinas yang tidak berpihak kepada pengusaha lokal.
“Para pengusaha lokal di Purwakarta memiliki kompetensi, kapasitas dan kapabilitas dalam mengerjakan proyek tapi sepertinya para kadis seperti Dinas Pendidikan, Dinas Cipta Karya dan Pertamanan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang lebih berpihak kepada pengusaha luar,” kata Ketua Asosiasi Persatuan Kontraktor Profesional Indonesia (Perkopindo) Iwan Torana ketika dihubungi Infoka, Senin (29/7/2024).
Menurutnya, awalnya para pengusaha dari berbagai asosiasi di Purwakarta bersikap wait and see terkait pekerjaan berbagai proyek pembangunan di Purwakarta. Tapi setelah dibiarkan, sepertinya para kadis terkait semakin menjadi-jadi dengan memboyong sejumlah pengusaha luar.
“Ya tentunya kami harus segera bersikap karena kalau ini dibiarkan terus akan sangat membahayakan,” ujarnya.
Dijelaskan, program dengan menganaktirikan pengusaha lokal sudah berlangsung selama 15 tahun ini sejak jaman bupati dahulu tapi kelihatannya seperti sudah terbiasa, makanya para pengusaha lokal harus segera bersikap,” ungkap Iwan Torana.
Seperti diberitakan, buntut dari jebolnya saluran irigasi di Desa Cihuni, sejumlah pemborong di Purwakarta menganggap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tidak profesional dengan memberikan proyek kepada seseorang secara berlebihan.
“Bisa-bisanya DPUTR memberikan proyek kepada seseorang secara berlebihan, sementara di Purwakarta banyak pemborong yang tidak kebagian proyek sama sekali,” kata Iwan.
Menurutnya, memberikan proyek secara berlebihan kepada seorang pengusaha, apalagi merangkap sebagai konsultan sangat tidak dibenarkan oleh aturan.
“Aparat Penegak Hukum harus melakukan penyelidikan ke PUTR karena ditengarai banyak kejanggalan dalam pengadaan barang dan jasanya,” jelas Iwan.
Ia mengaku banyak menerima keluhan dari pemborong lain yang dianggap DPUTR terlalu condong ke seorang pengusaha yang juga merangkap konsultan.
Pihaknya meminta para ketua asosiasi untuk segera bersikap mengenai masalah proyek di DPUTR ini.
“Saat pertemuan dengan para ketua asosiasi, Kepala Dinas PUTR berjanji akan bersikap adil terhadap pengusaha lain tapi kenyataannya tidak sesuai,” ungkapnya. (Taufik Ilyas)


You may like

IJTI Akademi, Cetak Generasi Muda Yang Cerdas Bermedia Dan Kritis Informasi

Menteri PKP dan Pimpinan Daerah Tinjau Proyek HWB Purwakarta: Terobosan Hunian Layak bagi MBR

LippoLand Perkuat Kontribusi terhadap Percepatan Ekonomi dan Penyediaan Hunian Terjangkau melalui HWB Purwakarta

Besok! Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta Resmi Diluncurkan

Purwakarta Istimewa Gelar EXPO Pendidikan Non Formal (PNF) Tahun 2025

FK-PKBM Kabupaten Purwakarta Adakan Musdalub Tahun 2025
Pos-pos Terbaru
- PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang​
- Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B
- Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat
- Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger
- Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS






